Kabut Asap Akibat Karhutla Kepung Kabupaten Barito Utara

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Sep 2018   16:45 WIB

Komentar
Kabut Asap Akibat Karhutla Kepung Kabupaten Barito Utara

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Akibat kebakaran hutan (kathutla) yang marak terjadi di Kalimantan Tengah, sebagian besar wilayah di Kabupaten Barito Utara mulai diselimuti kabut asap.

"Meski belum mengganggu aktivitas warga, tapi kabut asap mulai mengeluarkan bau menyengat dan sudah tercium, kondisi ini membuat matahari terlihat warna kekuning-kuningan akibat tertutup kabut asap tipis," terang Alwandi, seorang warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (17/9).

Kabut asap ini menutupi wilayah kabupaten pedalaman Sungai Barito ini sejak pagi sampai saat ini. Saat siang hari mulai berkurang dan sinar matahari bisa terlihat dengan jelas. Meski kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Baruto Utara, tapi sejauh ini aktivitas lalu lintas di jalan hingga sungai serta Bandara Beringin Muara Teweh belum terganggu.

Baca Lainnya : Permukiman Warga di Banjarmasin Mulai Dipenuhi Kabut Asap

"Meski kabut asap belum parah, guna menghindari penyakit pernafasan, kami meminta pemerintah membagikan masker untuk masyarakat," ucapnya lagi.

Akibat kondisi ini, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, Rizali Hadi mengungkapkan, kabut asap di daerah ini diperkirakan kiriman dari daerah lain. Pasalnya di wilayah Kabupaten Barito Utara ada sejumlah titik api namun sedikit.

Baca Lainnya : Cara Ribuan Warga di Kalsel Cegah ISPA Akibat Kabut Asap 

"Untuk partikel udara terhadap kabut asap di daerah masih diambang batas toleransi atau kecil dari 10 mikron," katanya.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Barito Utara, Sunardi, mengatakan jarak pandang kabut asap yang menyelimuti daerah ini sekitar 2,5 kilometer dengan kecepatan angin dari arah Barat Daya berkisar lima kilometer per jam.

"Kabut asap terjadi sejak pagi hingga siang hari masih berasap," tuturnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: