Rengut 59 Nyawa, Topan Mangkhut juga Hempaskan Panen Petani Filipina

TrubusNews
Binsar Marulitua
17 Sep 2018   17:30 WIB

Komentar
Rengut 59 Nyawa, Topan Mangkhut juga Hempaskan Panen Petani Filipina

Pergerakan Topan Mangkhut (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Otoritas  penanggulangan bencana Filipina melaporkan korban tewas akibat topan Mangkhut di Filipina bertambah menjadi 59 orang. Saat ini  proses pemulihan dan penghitungan dampak kerusakan akibat topan Mangkhut masih terus berlangsung dan memungkinkan bertambahnya korban jiwa.

Diketahui saat ini topan mangkhut bergerak ke wilayah Hong Kong dan China. Topan Mangkhut meninggalkan kerusakan di Pulau Luzon, yang merupakan pulau terbesar dan terpadat di Filipina. Topan ini memicu banjir yang menggenangi rumah warga dan membawa angin kencang yang menumbangkan pepohonan. 

Hujan deras yang dipicu topan ini juga memicu tanah longsor di sejumlah lokasi. Bertambahnya jumlah korban tewas ini terjadi setelah lebih banyak korban longsor ditemukan. Beberapa korban tewas ditemukan tertimbun longsor, termasuk satu keluarga yang terdiri atas empat orang. 

Baca Lainnya : Georgia Gawat Darurat karena Badai Florence

Ditegaskan otoritas setempat bahwa mereka akan melanjutkan upaya menggali timbunan longsor untuk mencari puluhan pekerja tambang yang dikhawatirkan tertimbun di kota Baguio. Rumah yang ditinggali para pekerja tambang itu diterjang longsor akibat topan Mangkhut.

Dampak topan Mangkhut juga dirasakan di kota Baggao, dengan laporan bahwa topan ini menghancurkan rumah-rumah, menerbangkan atap dan menumbangkan tiang listrik. Sejumlah ruas jalan terblokir akibat tanah longsor dan beberapa wilayah tergenang banjir. 

Para petani di wilayah Luzon bagian utara yang dikenal akan produksi beras dan jagung juga terkena dampak topan Mangkhut. Lahan pertanian mereka digenangi banjir yang diwarnai lumpur. Hal tersebut memastikan bahwa petani gagal panen dalam skala besar.

Baca Lainnya : Badai Hancurkan Ratusan Rumah, Vietnam Darurat Nasional 

"Kami sudah miskin dan ini terjadi pada kami. Kami hilang harapan. Kami tidak punya cara lain untuk bertahan hidup," ucap salah satu petani bernama Mary Anne Baril (40) kepada AFP.

Diketahui bahwa setiap tahunnya, Filipina diterjang sekitar 20 topan dan badai yang tak jarang memicu kerusakan juga korban jiwa. Topan Mangkhut menjadi topan ke-15 dan yang terdahsyat menerjang Filipina sepanjang tahun ini. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: