Permukiman Warga di Banjarmasin Mulai Dipenuhi Kabut Asap

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Sep 2018   11:30 WIB

Komentar
Permukiman Warga di Banjarmasin Mulai Dipenuhi Kabut Asap

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan membuat kabut asap mulai menyelimuti kawasan Kota Banjarmasin. Sejak Senin (17/9) kabut asap mulai masuk ke dalam rumah-rumah warga.

Meski begitu, ketebalan kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarmasin berbeda-beda. Sejumlah warga Pemurus Dalam, Kelurahan Pemurus, Kecamatan Banjarmasin Selatan mengaku mata mereka terasa perih karena pengaruh kabut asap.

Kondisi ini membuat banyak penduduk mulai menggunakan masker guna menghindari atau setidaknya mengurangi menghirup udara yang tercemar itu.

Baca Lainnya : Ditemukan Empat Titik Rawan Karhutla di Gunung Argopuro

Kabut asap juga menyelimuti arah keluar Banjarmasin dengan tingkat ketebalan kabut bervariasi. Meski begitu, kabut asap yang menyelimuti beberapa kawasan Banjarmasin tersebut belum mengganggu kelancaran lalu lintas, baik untuk angkutan darat maupun udara dan air.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan meminta tambahan helikopter water bombing (pengebom air) untuk mengatasi Karhutla setempat.

"Kami meminta tambahan heli ke BNPB dan sudah diproses pergeseran dua helikopter dari Kalteng dan Kalbar memperkuat pengeboman di Kalsel," ujar Kepala BPBD Kalsel Wahyudin di Banjarbaru, Senin (17/9).

Wahyudin mengatakan, permintaan heli tambahan karena satu unit heli yang didatangkan BNPB sejak pertengahan Agustus lalu cukup kewalahan mengatasi titik karhutla yang tidak mengalami penurunan.

Baca Lainnya : Ditemukan 154 Titik Panas Berpotensi Karhutla di Sumatera

"Setiap hari selalu ada lahan terbakar baik lahan kosong maupun lahan gambut sehingga setiap hari pula satu unit heli diturunkan untuk melakukan penyiraman lahan yang terbakar," ungkapnya lagi

Ia mengatakan seluruh wilayah Kalsel terdapat kawasan yang terbakar dengan luasan bervariasi. Status siaga darurat Karhutla pun ditetapkan di Kalsel.

Saat ini menurut perhitungannya, luasan lahan terbakar yang mencapai dua ribu hektare lebih itu terjadi sejak tanggal 1 Januari sampai 14 September 2018 dengan jumlah 552 kali kejadian karhutla di Kalimantan Selatan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: