Ditiup Angin Kencang, Kobaran Api di Gunung Sumbing Semakin Besar

TrubusNews
Syahroni
16 Sep 2018   22:00 WIB

Komentar
Ditiup Angin Kencang, Kobaran Api di Gunung Sumbing Semakin Besar

Kebakaran hutan di Gunung Sumbing semakin meluas. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sudah lebih dari sepekan, kabakaran hutan di Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, belum juga padam. Bahkan hingga Minggu (16/9) petang, kobaran api semakin meluas.

Angin kencang yang bertiup sejak siang, membuat api semakin sulit dikendalikan. Setidaknya terpantau tiga titik api di Petak 20 wilayah Temanggung yang terlihat dari kepulan asap pekat dari lereng gunung.

"Situasi puncak Sumbing cerah, dan angin cukup kencang. Di Petak 20 wilayah Temanggung terlihat api membara dengan kepulan asap cukup besar," kata Kabag Ops Polres Wonosobo, Kompol Sutomo, Minggu (16/9).

Baca Lainnya : BNPB Bantah Water Bombing di Gunung Sumbing Dibatalkan Karena Masalah Ketinggian

Dia menambahkan, kepulan asap juga terlihat di Petak 23 yang merupakan perbatasan antara Temanggung dan Wonosobo. Diduga kepulan asap itu merupakan sisa kebakaran kemarin dan menyala kembali.

Kondisi ini juga dibenarkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Ia juga menyebut, penyebab kebakaran semakin membesar dan sulit dipadamkan adalah karena tiupan angin yang cukup kencang.

Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan dari darat dan udara. Petugas gabungan yang melakukan pemadaman secara manual di darat dengan cara memukul api menggunakan kayu dan dedaunan. Sementara pemadaman dari udara dengan mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing.

Baca Lainnya : Pemadaman Kebakaran Gunung Sindoro-Sumbing Kini Juga Dilakukan Secara Manual

Sebelumnya upaya pemadaman dengan water bombing menggunakan helikopter jenis Bolco 105 tidak membuahkan hasil. Akhirnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung pun mendatangkan helikopter jenis Kamov 32A 11BC dengan spesifikasi lebih tinggi dibanding helikopter sebelumnya. 

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didatangkan dari Provinsi Jambi ini telah tiba di lapangan Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, Minggu (16/9) siang.

"Helikopter ini nantinya akan digunakan untuk membantu upaya pemadaman di titik-titik api di Gunung Sumbing, karena helikopter yang didatangkan sebelumnya tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran di ketinggian lebih dari 8.500 kaki," jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Gito Walngadi. 

Gito melanjutkan. helikopter jenis Bolco 105 hanya mampu menampung 500 liter air, sedangkan helikoper Kamov ini berkapasitas sekitar 5.000 liter air. Helikopter ini diharapkan bisa segera membantu mengatasi kabakaran di gunung tersebut. 

Baca Lainnya : BPBD Usulkan Penanganan Kebakaran Sindoro - Sumbing Pakai Helikopter

"Kapasitas helikopter Kamov lebih besar, sehingga diharapkan bisa menjangkau lokasi kebakaran yang berada ada di atas ketinggian," ungkap Gito.

Gitu menambahkan, hingga Minggu (16/9), kebakaran di gunung Sumbing meluas dari 4 titik menjadi 5 titik. Lokasinya berada di petak 27-1, 27-2 dan 27-3 Resort Pemangku Hutan (RPH) Kemloko BKPH Temanggung, lalu di petak 20-1 RPH Kecepit BKPH Temanggung. 

"Luasan lahan yang terbakar di Sumbing mencapai 490,9 hektar," sebut Gito. 
Sementara itu, kebakaran di gunung Sindoro, kata Gito, sudah berhasil padam sejak Jumat (14/9) malam. Hal itu berdasarkan pantauannya langsung menggunakan helikopter Bolco 105. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: