Water Bombing Belum Bisa Dilakukan untuk Hentikan Kebakaran di Sindoro-Sumbing

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
14 Sep 2018   18:15

Komentar
<i>Water Bombing</i> Belum Bisa Dilakukan untuk Hentikan Kebakaran di Sindoro-Sumbing

kebakaran hutan di gunung sindoro-sumbing (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berada di Temanggung, Jawa Tengah, dengan menggunakan helikopter hingga saat ini belum bisa dilakukan.

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang rencanannya akan melakukan water bombing atau melepaskan bom air dari udara, belum bisa beraksi lantaran terkendala medan yang cukup sulit.

Baca Lainnya : Pemadaman Kebakaran Gunung Sindoro-Sumbing Kini Juga Dilakukan Secara Manual

"Kendala water bombing belum dilakukan karena lokasi kebakaran berada di kemiringan curam, belum lagi ditambah dengan kondisi angin yang kencang jadi cukup berbahaya," ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana di Semarang, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena, helikopter tak mampu terbang di atas ketinggian 8.500 meter. Meski belum bisa menjangkau lokasi kebakaran, pihak BPBD telah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Darat untuk membantu proses pemadaman menggunakan jalur darat, tepatnya di lereng Gunung Sindoro-Sumbing.

Baca Lainnya : Ditemukan Empat Titik Rawan Karhutla di Gunung Argopuro

Sehingga, sampai sore ini, upaya pemadaman masih mengandalkan lewat jalur darat. Selain itu, tim di lapangan juga di bantu oleh pawang hujan untuk mendatangkan hujan di lokasi kebakaran.

Lebih lanjut, Sarwa mengatakan, luasan lahan tidak produktif yang terbakar di lereng Gunung Sindoro-Sumbing terus meluas dan menjalar ke mana-mana.

"Luasan lahan yang terbakar di Gunung Sumbing sekitar 393 hektare dan di Gunung Sindoro sekitar 385 hektare," tutupnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: