Regulasi Cukai Tembakau, Turunkan Jumlah Konsumsi Rokok di Indonesia?

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Sep 2018   16:45

Komentar
Regulasi Cukai Tembakau, Turunkan Jumlah Konsumsi Rokok di Indonesia?

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Plt Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Kementerian Keuangan RI, Nugroho Wahyu Widodo mengatakan, konsumsi rokok di Indonesia saat ini tengah menurun sebagai dampak dari kebijakan cukai yang dilakukan pemerintah.

"Tiga tahun terakhir, regulasi tentang cukai tembakau konsisten untuk mengendalikan konsumsi," kata Nugroho dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Tembakau dan Kesehatan ke-12 (APACT12th) di Nusa Dua, Bali, Jumat (14/9).

Baca Lainnya : Berhasil Larang Peredaran Iklan rokok, 10 Kepala Daerah Diberi Penghargaan

Paparan Nugroho tersebut mendapat tanggapan dari beberapa peserta konferensi, khususnya dari Indonesia. Pasalnya selama ini, prevalensi perokok di Indonesia memang dikabarkan meningkat. Ditanya wartawan seusai paparannya tentang data yang dia gunakan, Nugroho mengatakan menggunakan data dari beberapa riset dan penelitian.

"Data kami dari AC Nielsen, SKRT, Riskesdas dan Sirkesnas. AC Nielsen lembaga yang profesional, tentu mereka tidak main-main," katanya.

Nugroho menyampaikan, paparannya itu mewakili Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati pada APACT12th. APACT sendiri pertama kali diadakan di Taipei, Taiwan pada 1989. Pertemuan terakhir diadakan di Beijing, China pada 2016.

Baca Lainnya : Cukai Tinggi Ancam Industri Rokok

APACT12th diselenggarakan di Nusa Dua, Bali dan diketuai Arifin Panigoro. Sebagai tuan rumah di Indonesia adalah Komite Nasional Pengendalian Tembakau bersama sejumlah organisasi pendukung pengendalian tembakau lainnya.

Sebelumnya, dalam sebuah diseminasi penelitian tentang pertanian tembakau, Tenaga Ahli Utama Bidang Kajian Pengolahan Isu Ekologi Sosial Budaya Strategis Kantor Staf Presiden (KSP), Bimo Wijayanto mengatakan, penurunan prevalensi perokok di bawah umur menjadi 5,4 persen pada 2019 kemungkinan tidak akan tercapai.

"Prevalensi perokok di bawah umur justru meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 8,8 persen pada 2015," kata Bimo. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: