Terluka, Anak Gajah yang Terpisah dari Induknya, Dievakuasi BBKSDA Riau

TrubusNews
Syahroni
14 Sep 2018   14:15 WIB

Komentar
Terluka, Anak Gajah yang Terpisah dari Induknya, Dievakuasi BBKSDA Riau

Penyelamatan anak gajah yang terluka dan terpisah dari induknya di Hutan Industri Sungai Mandau, Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil mengevakuasi seekor anak gajah betina yang terpisah dari kawanannya di kawasan hutan tanaman industri Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. Evakuasi juga melibatkan seekor gajah betina dewasa.

Menurut Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, saat ini anak gajah itu sudah berada di pusat latihan gajah (PLG) Minas. Kondisinya terus dipantau sejumlah dokter hewan untuk pemulihan kondisi.

"Kaki depan bagian kanannya terluka, masih diobati petugas di sana," kata Suharyono, Jumat (14/9) siang.

Baca Lainnya : BBKSDA Lepaskan Jerat di Kaki Gajah yang Terpisah dari Kawanannya

Suharyono menjelaskan, anak gajah ini pertama kali dilaporkan terpisah dari kawanannya pada 23 Agustus 2018 silam di kawasan hutan tanaman industri di Sungai Mandau. Petugas yang sampai di sana menemukan anak gajah ini tak bisa bergerak. Saat diperiksa, ditemukan luka di kaki depan kanannya. Kuat dugaan, luka itu timbul karena terkena jerat babi.

Dokter hewan lalu melepaskan jeratan itu dan membersihkan lukanya hingga anak gajah ini bisa berdiri lagi. Petugas lalu mengamati pergerakannya dengan harapan ia bisa bisa kembali ke kawanan gajah liar.

"Beberapa pekan dipantau dan digiring, ternyata anak gajah ini tak bisa menemukan kawanannya," kata Suharyono.

Pantauan petugas, induk gajah ataupun kawanannya berjarak 57 kilometer. Satwa berbelalai ini kesulitan mencapainya karena luka di kakinya belum sembuh dan belum terbiasa terpisah dari induknya.

Kondisinya juga kian memperihatinkan karena sudah mengalami diare setelah petugas memeriksa kotorannya. Tim kesehatan dikerahkan lagi untuk mengobati luka tadi pada 13 September 2018.

"Lalu dikerahkan juga seekor gajah jinak bernama Indah untuk menggiringnya masuk ke truk," terang Suharyono.

Baca Lainnya : Setahun Terakhir, Puluhan Gajah Kerdil Langka Ditemukan Mati di Malaysia

Mahout atau pawang lalu melilitkan tali ke leher anak gajah. Dengan sabar, pawang dan Indah menggiringnya ke luar hutan, di mana sudah ada truk yang menunggu.

"Anak gajah ini akhirnya masuk truk pukul 17.00 WIB dan sampai di PLG Minas pukul 21.00 WIB," kata Suharyono.

Sampai di PLG anak gajah ini diberi nama Intan karena jenis kelaminnya betina. Dia akan berada di sana untuk waktu yang tak ditentukan hingga lukanya sembuh total. Suharyono juga menyebut petugas PLG Minae akan mempelajari apakah Intan setelah sembuh bisa atau tidak dilepasliarkan untuk kembali ke kawanannya. Terhadap petugas dan tim PLG Minas, Suharyono menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya terhadap keberadaan gajah liar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: