Pemprov DKI Jakarta Susun Kerangka Strategi Atasi Sungai Tercemar

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Sep 2018   11:30 WIB

Komentar
Pemprov DKI Jakarta Susun Kerangka Strategi Atasi Sungai Tercemar

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah menysun roadmap atau kerangka strategi untuk mengatasi pencemaran sungai-sungai di wilayah Jakarta.

Rencana ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Ali Maulana yang mengatakan roadmap itu ditargetkan bisa selesai pada akhir bulan ini dan bisa dilaksanakan pada akhir tahun.

“Kita akan mulai bergerak akhir tahun ini,” ucap Ali di Jakarta, Jumat (14/9).

Baca Lainnya : 61 Persen Sungai di Jakarta Masuk Kategori Tercemar Berat

Lebih lanjut Ali mengungkapkan, target jangka pendek dari roadmap ini diharapkan bisa menghasilkan perubahan serta perbaikan pencemaran sungai di Jakarta. Ali berharap dengan adanya rencananya ini, minimal ada penurunan jumlah sungai yang tercemar berat.

"Mandat dari Pak Anies, maunya ada hasil jangka pendek, yang bisa membalik tadi yang 60 persen (sungai tercemar berat) menjadi seperti 30 persen dulu," ujarnya.

Berdasarkan data DLH DKI Jakarta, ada peningkatan persentase sungai dengan kondisi tercemar berat sejak tahun 2014. Hal ini karena menurutya, pada 2014 lalu, sungai tercemar berat sebanyak 32 persen, kemudian di tahun 2015 naik menjadi 40 persen.

Kemudian pada 2016, persentase sungai tercemar berat kembali naik menjadi 60 persen, dan di tahun 2017 naik menjadi 61 persen.

Baca Lainnya : Akui Minim Petugas Pengawas, DLH Kota Bekasi Gandeng Ormas Pantau Sungai Rawan Tercemar

Ali menuturkan ada sejumlah limbah yang menjadi penyebab tercemarnya sungai di Jakarta di antaranya adalah black water (tinja), grey water yang merupakan limbah air mandi dan cuci, serta air limbah industri.

Dari tiga jenis limbah tersebut, kata Ali, penyumbang tersebar pencemar sungai yang berasal dari limbah rumah tangga.

"Pencemaran utama itu di rumah tangga, ada di pemukiman, bukan di perkantoran atau industri, tapi industri juga menyumbang," tutupnya. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: