BPBD Usulkan Penanganan Kebakaran Sindoro - Sumbing Pakai Helikopter

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
13 Sep 2018   08:47

Komentar
BPBD Usulkan Penanganan Kebakaran Sindoro - Sumbing Pakai Helikopter

karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung sudah mengusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk melakukan pengeboman air menggunakan helikopter dalam upaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

"Kami memang sudah mengusulkan pemadaman kebakaran di wilayah Gunung Sindoro dan Sumbing menggunakan helikopter water bombing, namun sampai saat ini belum ada jawaban," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Rabu (12/9).

Kawasan hutan Gunung Sindoro terbakar sejak Jumat (7/9). Kawasan hutan Gunung Sumbing juga terbakar pada Senin (10/9). Hingga saat ini kebakaran di dua gunung tersebut belum padam.

Baca Lainnya: Total Luas Hutan Savana Gunung Sindoro-Sumbing yang Terbakar Capai 484 Ha

"Kebakaran di Gunung Sindoro pada Selasa (11/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB sebenarnya api sudah padam, tetapi pada Rabu pagi titik api kembali muncul di petak 10-4," katanya.

Gito mengatakan setiap hari tim gabungan yang mencakup aparat TNI, Polri, BPBD, Tim SAR, relawan, dan Perhutani berupaya melakukan pemadaman.

Pada Rabu, menurut dia, 150 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran, 50 orang beroperasi di Gunung Sindoro dan 100 orang di Gunung Sumbing. Mereka melakukan upaya pemadaman secara manual.

Baca Lainnya: Ini Kendala Petugas Saat Padamkan Api di Gunung Sindoro

Luasan area yang terbakar di Sindoro mencapai sekitar 305 hektare, sedangkan di Sumbing sekitar 237 hektare. Gito mengatakan para petugas juga berusaha melakukan penyekatan supaya api tidak menjalar ke permukiman.

"Permukiman masih aman karena titik api terakhir yang di Sumbing sekitar lima kilometer dan yang di Sindoro 4,5 kilometer. Api kini bergerak ke arah selatan," katanya.

Ia menambahkan para petugas hanya khawatir kebakaran menyebabkan kerusakan alat pemantau aktivitas gunung berapi.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: