Menteri Pertanian: Stok Beras Hingga Akhir Tahun Aman

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
13 Sep 2018   07:00

Komentar
Menteri Pertanian: Stok Beras Hingga Akhir Tahun Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa produksi padi hingga akhir tahun aman. "Aman lah," katanya singkat usai Rapat Kerja Bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (12/9). Menurutnya, produksi yang aman ini sesuai dengan domain Kementan untuk menjaga produksi pangan.

Andi pun menyoroti keluhan perbedaan data pangan yang ada."Kalau hari ini panen, tanaman berkurang kan, dari situ aja ada perbedaan. Sekarang data kita serahkan ke BPS," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Nurmantyo menyatakan, luas tanam padi terus mengalami peningkatan. Luas tanam pada Agustus tahun lalu seluas 805 ribu hektare sementara Agustus tahun ini seluas 1,05 juta hektare. Begitu juga dengan luas tanam September, tahun lalu mencapai 1,05 juta hektare.

Baca Lainnya : Teknologi Ini Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi Saat Kemarau

"Kita targetkan (September tahun ini) 1,5 juta hektare," katanya singkat.

Berdasarkan angka ramalan tahun ini, produksi panen sebesar 82 juta ton dari target 83 juta ton. Sementara tahun lalu sekitar 81 juta ton. Peningkatan angka produksi tersebut karena pertambahan luas tanam.

Terkait pengaruh cuaca saat ini, Gatot mengatakan El nino ringan terjadi,namun di lahan rawa dengan kondisi air penuh jadi bisa tetap menanam padi.

"Kita bilang gogo rawa," katanya. Selain memaksimalkan lahan rawa, penggunaan tumpang sari dan alsintan juga dimaksimalkan untuk mencapai target 85 juta ton.

Pengamat Pertanian Dwi Andreas menjelaskan, produktivitas di Indonesia pada musim gadu memang lebih tinggi. Namun tidak untuk saat ini karena terjadi kekeringan sehingga  produksi tidak bisa optimal.

Baca Lainnya : Purwakarta Optimis Capai Tanam Padi Seluas 40. 000 Hektare Tahun Ini

Contohnya d Wonogiri, Jawa Tengah yang mengalami kekeringan sejak Juni sehingga berdampak pada penurunan produksi. Guru besar IPB ini melakukan penelitian di 14 kabupaten, dari luasan 14 kabupaten tersebut hampir 40 persen mengalami kekeringan.

"(kekeringan) Itu terjadi penurunan produksi 39,3 persen," katanya.

Dikatakannya, produksi tahun lalu berkurang karena masalah iklim dan ketersediaan air. Hal ini diperparah dengan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir menyebabkan penurunan produktivitas. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: