Jual Kukang dan Lutung Kelabu di Facebook, Petani di Deliserdang Dibekuk

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
12 Sep 2018   21:15

Komentar
Jual Kukang dan Lutung Kelabu di Facebook, Petani di Deliserdang Dibekuk

Satwa dilindungi jenis Lutung Kelabu yang berhasil diamankan petugas. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Lagi, upaya perdagangan satwa dilindungi kembali digagalkan petugas. Kali ini, petugas Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) Wilayah I Sumatera, berhasil mengamankan HG, pelaku perdagangan satwa liar dilindungi dengan modus jual beli lewat akun Facebook.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah I Sumatera, Edward Sembiring mengatakan, HG diamankan setelah pihaknya mendapat informasi dari warga di Pekanbaru tentang adanya penjualan satwa liar dilindungi via online (Facebook). 

Setelah diselidiki dan ditelusuri petugas, pemuda 28 tahun itu kemudian berhasil diamankan di Jalan Besar Namorambe, Pasar Serong, Delitua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang.

Baca Lainnya : 5 Pedagang Satwa Dilindungi Via Medsos, Diringkus Jajaran Polres Jakarta Barat

"Pelaku ini (HG) diamankan pukul 12.15 WIB (12/9) tadi," kata Edward di markas Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Macan Tutul, Mariendal, Deliserdang, Rabu (12/9).

Dari tangan HG, petugas menyita 4 ekor kukang (Nictibus coucang), empat ekor lutung kelabu (Trachypithecus cristatus). Selain keempat satwa liar yang masuk daftar satwa dilindungi itu, petugas juga mengamankan 2 ekor monyet ekor panjang, berstatus tidak dilindungi.

"Dari pengakuan HG, satwa ini ditangkap sendiri di pohon duku, di depan rumahnya. Dia udah dua kali jual melalui online," ucap Edward.

Karena ulahnya, HG dijerat dengan pasal 40 ayat 2 huruf a Undang-undang No. 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya jo PP 7/1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa. Ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Edward menyebut, di Sumatera Barat juga terjadi praktik perdagangan kukang dan sudah divonis 3 tahun penjara. Pihaknya menyesalkan masih terjadinya perburuan dan perdangang kukang. 

"Perbuatan seperti ini kenapa terus. Sekarang ini terus mendalaminya, tidak cukup dengan pengakuan saja," ungkapnya.

Baca Lainnya : Bisnis Satwa Langka, Oknum Polisi Berpangkat Brigadir Miliki Rekening Rp7 Miliar

Sementara itu, HG mengaku selama ini dirinya menjualnya satwa via online lalu penjualnya datang ke rumahnya. Dirinya juga mengaku tidak tahu satwa yang dijualnya dilindungi, sebab dirinya hanyalah seorang petani.

"Ini yang kedua. Saya menjualnya ke internet, ada yang nanya, kalo ada satwa hubungi saya, lalu dia saya hubungi. Mereka beli datang ke rumah," katanya.

Staff Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Fitri Noor Ch. menerangkan, lutung kelabu semakin sulit ditemukan di habitatnya. 

"Ini paling umurnya masih 4 bulanan. Biasanya dia lengket sama induk. Satu induk satu anakan. Kemungkinan besar ini dipisahkan secara paksa dari induknya," tandasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: