Limbah Medisnya Dibuang Sembarang, RS Budi Asih Akan Tuntut Pihak Ketiga

TrubusNews
Syahroni
12 Sep 2018   14:45 WIB

Komentar
Limbah Medisnya Dibuang Sembarang, RS Budi Asih Akan Tuntut Pihak Ketiga

Limbah B3 yang dibuang di kawasan konservasi mangrove Karawang, diamankan ke RS Budi Asih Cibarusah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tak kurang dari 50 kantung limbah medis seberat ratusan kilogram yang ditemukan di kawasan konservasi mangrove di Kabupaten Karawang, Minggu (9/9) lalu, kini ditampung kembali di Rumah Sakit Budi Asih Cibarusah, Bekasi. Limbah itu dikembalikan sementara ke rumah sakit Budi Asih untuk mensterilkan kawasan mangrove dari limbah berbahaya itu.

"Untuk sementara tumpukan limbah medis itu akan disimpan di gudang yang ada di Rumah Sakit Budi Asih Cibarusah," ujar Kapolers Kabupaten Bekasi, AKBP Slamet Waloya, Selasa (11/9) petang.

Dikembalikannya limbah itu dilakukan agar masyarakat tidak tertular virus atau bakteri pada limbah medis tersebut, saat pihak kepolisian melakukan penyelidikan secara mendalam.

Baca Lainnya : DLHK Karawang dan Polisi Telusur Limbah Medis yang Dibuang ke Kawasan Konservasi

"Kami tetap melakukan penyelidikan. Kalau sampel, itu sudah diambil untuk selanjutnya di uji laboratorium," ucap Kapolres lagi.

Sementara itu, pengacara Rumah Sakit Budi Asih Cibarusah sendiri berencana melaporkan pihak PT Mahardika Handal Sentosa (MHS) selaku pihak ketiga yang bertugas mengangkut limbah medisnya ke tempat pengelolaan. Perusahaan yang diduga membuang limbah medis milik mereka secara sembarangan itu akan dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kami bersama Manajeman rumah sakit mau meluruskan atau mengklarifikasi penemuan puluhan kantong plastik limbah B3 milik klien kami yang menjadi tanggungjawab pihak ketiga ke Polisi," kata Hananta Yuda Kuasa Hukum Rumah Sakit Budi Asih Cibarusah.

"Laporan kami berdasar dengan alat-alat bukti, adanya limbah medis yang dibuang bukan pada tempatnya," tegasnya.

Baca Lainnya : RS Budi Asih Tidak Tahu Kenapa Limbah Medisnya Dibuang Sembarangan

Ia menjelaskan, pihak rumah sakit telah melakukan kontrak kerjasama dengan PT MHS dengan No Kontrak perjanjian Reff. No.048/MHS-RS Budi Asih /2018 yang ditandaitangani Wakil Direktur RS Budi Asih beralamat di Cikarang Selatan, Bekasi dan Managing Ditektor PT MHS beralamat di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, pada 28 Januari 2018 silam.

"Dalam kontrak perjanjian kerjasama jelas pihak rumah sakit telah menggunakan jasa angkutan limbah B3 kepada pihak rekanan, dan pihak rumah sakit tidak bertanggungjawab atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh karyawan pihak pertama," katanya.

Namun pihak rumah sakit bertanggung jawab atas tindakan pihak PT MHS yang diduga telah melakukan tindakan kriminal dengan cara membuang limbah B3 di kawasan konservasi mangrove dan membawanya kembali ke rumah sakit tersebut selama proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Polres Karawang.

Baca Lainnya : Buang Limbah Medis Sembarangan, Bisa Didenda Rp3 Miliar

"Barang bukti kami angkut kembali ke Rumah sakit, sebagai pertanggungjawaban pihak klien kami," katanya.

AKBP Slamet Waloya mengatakan Penyidik akan meningkatkan ke penyidikan jadi belum ada tersangka. Semua masih saksi. Tapi untuk menentukan tersangka tinggal menunggu hasil proses pemeriksaan para saksi," ungkapnya.

Kapolres Karawang, mengaskan, pelaku pembuang limbah bakal dikenakan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: