Padi Sri Nuswantoro, Varietas Baru Hasil Silangan Wahyudi dari Ngawi

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
12 Sep 2018   12:30

Komentar
Padi Sri Nuswantoro, Varietas Baru Hasil Silangan Wahyudi dari Ngawi

Wahyudi, Pemulia Padi Dari Ngawi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Indonesia mempunyai beragam tanaman pangan lokal yang tak ditemukan di negara lain. Namun tampaknya masih sedikit orang yang berusaha mengembangkan jenis tanaman lokal ini, khususnya padi dan jagung.

Berawal dari keprihatiananya dengan makin turunnya produksi dan pengolahan pertanian yang semakin rusak, seorang petani dari Ngawi, Jawa Timur bersama timnya membuat bank bibit. Sampai sekarang, bank bibit yang dikelola bersama timnya dalam komunitas Sri organik Nuswantoro mengumpulkan tanaman pangan lokal. Namanya Bank Benih Berdaulat (BLB). Saat ini bank bibit tersebut Kurniawan Adi yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur.

(Kurniawan Adi, pengelola Bank Benih Berdaulat) 

Beberapa tanaman pangan lokal yang telah dia kumpulkan adalah padi dan jagung. Kepada Trubus.id Rabu (11/9) laki-laki yang bernama Wahyudi ini telah mengumpulkan sebanyak 1200 jenis padi lokal.

Dia secara mandiri, mencari informasi tanaman pangan asli Indonesia ke berbagai wilayah di Indonesia. Begitu ia mendengar di sebuah wilayah mempunyai tanaman pangan, ia langsung memburu lalu dikembangkan, meskipun hanya satu bulir.

Baca Lainnya: Ini Keunggulan Benih Padi Unggul IPB3S yang Dibanggakan

Selain padi, ia juga telah mengumpulkan 67 varietas jagung lokal.

Disamping mengumpulkan jenis-jenis tanaman lokal, ia juga melakukan pemuliaan tanaman padi. Ia menyilangkan varitas padi dengan padi jenis lain. Hasilnya ia namai: Sri Nuswantoro. Tentu saja Sri Nuswantoro tidak dijual untuk umum.

Tanaman ini telah ia kembangkan di kampungnya sebanyak 20 hektare. Menurutnya banyak keunggulan diantaranya, hasil panen lebih banyak, rasa nasinya lebih luar biasa dan uniknya, padi itu akan roboh jika terlalu banyak mendapatkan pupuk kimia.

Karena itu dia memilih menanam padi tersebut secara organik. Pak Wahyudi yang merupakan penggerak dan pemberdaya petani di beberapa wilayah ini telah sejak lama hanya mengkonsumsi makanan organik.

Sebagai pemberdaya petani, ia telah mendampingi petani di beberapa wilayah, diantaranya Ngawi, Jawa Timur, Kudus, Jepara, Salatiga, Banyumas, Bantul, Jogja dan Kuningan. Seperti hari-hari ini ia sedang mendampingi petani di Kuningan. [KW] 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: