Obyek Wisata Adat Kampung Petarung Bondo Maroto di Sumba Habis Terbakar

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
12 Sep 2018   07:30

Komentar
Obyek Wisata Adat Kampung Petarung Bondo Maroto di Sumba Habis Terbakar

Kampung adat Bondo Maroto terbakar (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Obyek wisata budaya Kampung adat Bondo Maroto di Desa Kalambe Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, (NTT) Selasa (11/9/2018) dini hari, ludes dilalap si Jago Merah. Rumah kampung adat Bondo Maroto sendiri terdiri 17 rumah adat.

Akibatnya kebakaran tersebut, hanya meninggalkan satu rumah yang tersisa, selebihnya rata dengan tanah. Padahal rumat adat Bondo Maroto sendiri merupakan situs budaya di Sumba Barat. Diketahui, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut.

“Kebakaran terjadi pada Selasa (11/9/2018) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. kebakaran itu berlangsung dengan cepat karena seluruh bangunan rumah adat beratap alang-alang,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung.

Baca Lainnya : Hanya 6 Rumah yang Tersisa di Kampung Adat Megalitikum Gurusina

Umbu mengatakan, sampai saat ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran 16 rumah adat Bondo Maroto. “Ada yang menginformasi akibat lampu petromax namun belum bisa dipastikan,” ujar Umbu.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 28 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Saat ini mereka mengungsi dan ditampung di rumah keluarga. Adapun diharapkan dari pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Sementeara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu membenarkan peristiwa kebakaran kampung adat selama ini menjadi desa wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

Menurutnya, dugaan kuat saat ini sambaran api bermula dari sebuah rumah adat yang baru selesai dibangun. Rumah adat baru tersebut tidak memiliki atap berpuncak seperti rumah adat Sumba pada umumnya. “Jadi sumbernya tidak dari hubungan pendek arus listrik karena di kampung adat itu belum ada instalasi listrik,” ujarnya.

Baca Lainnya : PBB Soroti Peningkatan Kekerasan Terhadap Masyarakat Adat 

Merespon kebakaran yang terjadi di Kampung adat Bondo Maroto, Pemerintah Kabupaten setempat  membangun tenda-tenda darurat. “Pihak kepolisian setempat juga sudah mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dampak kebakaran itu,” katanya.

Sebelumnya, Sumba Barat  memiliki destinasi yang diminati wisatawan nusantara maupun mancanegara. Mayoritas turis Eropa, seperti Perancis dan Belanda minat dengan budaya ke kampung-kampung adat atau ritual seperti festival dan ritual temporer.

Ritual temporer sendiri adalah upacara kematian. Saat (turis) datang bertepatan dengan upacara kematian, hal tersebut akan diinformasikan kepada para turis. Selain kampung adat, turis juga tertarik dengan situs megalitik di Kampung Waigali dan Kampung Ubeli di Kecamatan Wanokaka.

Adapun kunjungan wisata sangat ramai di bulan Oktober dan November, karena bulan-bulan tersebut merupakan masa Wulla Poddu atau banyak ritual adat yang berlangsung di kampung-kampung adat. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: