Buang Limbah Medis Sembarangan, Bisa Didenda Rp3 Miliar

TrubusNews
Syahroni
10 Sep 2018   22:15 WIB

Komentar
Buang Limbah Medis Sembarangan, Bisa Didenda Rp3 Miliar

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Temuan puluhan kantung limbah medis, di kawasan konservasi Mangrove di Dusun Dusun Sukamulya, RT 02/02, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang kini masih diselidiki polisi.

Lima orang saksi pun kini telah dimintai keterangannya. Kelima orang itu adalah warga sekitar lokasi penemuan bernama Nuryaman, Endang Akbar Maulana, Wastim Adris, dan Rohi Permana.

"Kami juga memeriksa Kepala Desa Pusakajaya Utara Mamad Sudjana untuk dimintai keterangan," ujar Wakapolres Karawang Kompol Ryky Widya Muharam, Senin (10/9). 

Penyidikan dilakukan guna mengungkap siapa pelaku pembuangan limbah berbahaya tersebut. Jika terungkap, para pelaku akan dijerat Pasal 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya paling lama tiga tahun penjara dan denda Rp 3 miliar. 

Baca Lainnya : DLHK Karawang dan Polisi Telusur Limbah Medis yang Dibuang ke Kawasan Konservasi

Sementara itu, Manajer Operasional RS Budi Asih, Andang Teguh membenarkan limbah tersebut berasal dari rumah sakitnya. Hanya saja, ia membantah pihaknya telah membuang sampah medis tersebut di lokasi. Pihaknya mengaku telah melakukan MoU dengan PT Mahardika Handal Sentosa di Tanggerang Selatan sebagai pihak ketiga yang bertugas membawa limbah B3 tersebut ke tempat pengolahan. 

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi menyebut, limbah medis di kawasan mangrove Kabupaten Karawang, harus diangkut karena bersifat infeksius. 

"Limbah medis ini kan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Karena sifatnya infeksius, kami tidak tahu terpapar virus atau bakteri apa bekas orang sakit. Tentu sangat khawatir jika menular terhadap warga," ujar Rosmalia Dewi, usai pembahasan dengan pihak terkait di Kantor DLHK Karawang, Jalan Lingkar Tanjungpura, Karawang Barat, Senin (10/9). 

Apalagi, kata dia, masyarakat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mengeluhkan bau menyengat limbah medis yang dibuang di kawasan mangrove tersebut. 

Baca Lainnya : Dipergoki Buang Limbah Sembarangan, Sopir Truk dan Kernetnya Diamankan

Rosmalia mengungkapkan, pihak Rumah Sakit Budi Asih sendiri sudah bersedia mengangkut dan menampung limbah medis yang terbuang di isolasi rumah sakit. 
"Hanya tinggal menunggu arahan dari Polres, karena limbah itu masih dipasang police line dan sebagai bukti," imbuhnya. 

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Andang Teguh mengungkapkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan DLHK Karawang. 

"Kami tengah berkoordinasi dengan pihak lingkungan hidup. Ini sedang dalam perjalanan ke Karawang," ujar Andang, Senin (10/9) petang. 

Wakapolres Karawang, Kompol Ryky Widya Muharam mengatakan, penegakan hukum atas kasus pembuangan limbah medis tersebut dilakukan secara terpadu antara Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lingkungan Hidup (LH), kepolisian, dan kejaksaan di bawah koordinasi KLHK.

"KLHK saat ini sedang cek di lapangan," tambahnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: