Operasi Pasar Beras Bulog Hanya untuk Jaga Harga

TrubusNews
Astri Sofyanti
10 Sep 2018   12:00 WIB

Komentar
Operasi Pasar Beras Bulog Hanya untuk Jaga Harga

Beras Bulog (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Direktur Utama PT Food Station Tjipinang, Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, bahwa saat ini pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) melimpah. Arief menyatakan, di PIBC pasokan beras yang tersimpan lebih dari 40 ribu ton.

Meski begitu, Arief tak menampik, jika terjadi kenaikan harga sekitar 3 persen. Tapi menurutnya, kenaikan ini masih dinilai wajar dan hanya akan terjadi sementara.

“Sebentar lagi petani akan memasuki panen raya,” demikian disampaikan Arief melalui keterangan tertulisnya yang diterima Trubus.id, Senin (10/9).

Baca Lainnya: Beras Bulog Siap Masuk pasar Tradisional, Ini Buktinya

Lebih lanjut Arief menyatakan, bahwa tahun ini kenaikan harga beras lebih terkontrok dari tahun lalu. Hal ini karena tahun lalu kenaikan beras mencapai 7,4 persen.

Melihat kondisi ini, Arief mengingatkan agar Bulog yang ditugasi melakukan operasi pasar Beras untuk mengendalikan harga, tidak terlalu agresif. 

Sehingga pihaknya sama sekali tak merasa khawatir stok beras di PIBC akan kurang. Terlebih mengingat pasokan dari daerah juga masih lancar sekitar 3 sampai 5 ribu ton per harinya.

Baca Lainnya: Bulog Geledah Pasar untuk Tekan Harga Beras

Untuk itu, Arief mengataka, bahwa operasi pasar (OP) yang dilakukan Perum Bulog yang mengguyur beras impor ke pasaran sebenarnya tidak perlu dilakukan.

“OP Bulog justru akan menekan harga dan menyakiti petani yang secara bergantian di berbagai daerah sedang panen," ungkap Arief.

Sebagaimana diketahui, selama ini petani mengeluhkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang terlampau rendah di angka Rp3.700 per kilogram, karena di bawah biaya produksi. Sedangkan saat ini petani sedang menikmati harga gabah yang baik, Rp5.000 sampai Rp5.500 per kg. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: