Ponorogo Rayakan Tahun Baru Islam dengan Tradisi Bedol Pusaka

TrubusNews
Astri Sofyanti
10 Sep 2018   10:19 WIB

Komentar
Ponorogo Rayakan Tahun Baru Islam dengan Tradisi Bedol Pusaka

Tradisi Bedol Pusaka (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam  memperingati 1 Muharram atau perayaan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memiliki tradisi unik setiap tahunnya Salah satu perayaan yang akan dilakukan pada peringatan ini adalah menggelar tradisi Bedol Pusaka.

"Tradisi Bedol Pusaka ini sudah menjadi tradisi yang digelar setiap `suroan` atau peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram," kata Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kepada awak media di Ponorogo, Senin (10/9).

Dalam tradisi Bedol Pusaka ini, ada tiga benda pusaka yang dinyakini warga Ponorogo tersimpan di Pringgitan selama ratusan tahun lalu.

Ketiga benda pusaka ini meliputi, pusaka payung "songsong tunggul nogo", tombak "tunggul wulung" dan tambang atau sabuk "cinde puspito".

Konon, ketiga pusaka ini, dulunya dipergunakan untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah.

Baca Lainnya: FOTO: Serunya Pawai Obor Malam Tahun Baru Islam 1439 H

Tiga pusaka ini dibedol ke Pasar Pon, atau yang dikenal sebagai kawasan kota lama Ponorogo. "Kalau menurut sejarahnya, pemerintahan Ponorogo sebelum dipindahkan ke Pringgitaan yang sekarang saya tempati ini, dulu berpusat di Pasar Pon," ungkapnya lagi.

Berdasarkan catatan sejarah Ponorogo, Ipong menjelaskan, Kabupaten Ponorogo pada tahun 1496 berpusat di Pasar Pon, sebelum akhirnya dipindahkan ke Pringgitan pada tahun 1738 silam.

“Karena sudah pindah ke Pringgitan, jejak keratonnya di Pasar Pon memang sudah tak terihat,” ucapnya.

Meski begitu, Ipong mengatakan, masih ada artefak berupa bangunan masjid tua dan sebuah makam, yang menguatkan bahwa Pasar Pon adalah kota lama yang dulu pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Ponorogo.

Baca Lainnya: 7 Sayuran Pembawa Hoki di Tahun Baru Imlek

Ipong mengungkapkan, tradisi Bedol Pusaka ini hanyalah simbolis yang setiap tahun digelar sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram.

Selain itu, melalui tradisi Bedol Pusaka ini, Ipong menyebut mampu menarik perhatian ratusan ribu masyarakat dan wisatawan yang memadati rute kirab dari Pringgitan menuju Pasar Pon.

"Puncaknya tepat pada 1 Muharram nanti, yaitu hari Selasa, 11 September, akan digelar tradisi Grebeg Sura di Telaga Ngebel, yang biasanya juga disaksikan oleh banyak wisatawan," tutupnya.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: