Gunung Sangeang Keluarkan Suara Dentuman Keras, Warga Panik 

TrubusNews
Astri Sofyanti
10 Sep 2018   09:30 WIB

Komentar
Gunung Sangeang Keluarkan Suara Dentuman Keras, Warga Panik 

Gunung Berapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gunung Sangeang yang berada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari belakangan ini mengeluarkan suara dentuman yang cukup keras. Suara dentuman ini bahkan didengar jelas oleh masyarakat yang berada di Kecamatan Wera, Bima.

Saat terjadinya dentuman, Gunung Sangean juga mengeluarkan hembusan asap. Akibat aktivitasnya ini, warga mengira akan terjadi letusan pada gunung itu.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Sangeangapi, Hadi Purwoko menjelaskan, suara dentuman disertai asap pada gunung disebabkan tekanan fluida berupa gas atau liquid magmatik pada kedalaman dangkal gunung Sangeang.

Baca Lainnya: Terdengar Suara Gemuruh dari Gunung Agung, Warga di Besakih Belum Mengungsi

"Akhir-akhir ini, Gunung Sangeang kerap mengeluarkan bunyi dentuman disertai embusan asap yang disebabkan tekanan fluida (gas maupun liquid) magmatik pada kedalaman dangkal gunung Sangeang Api (1949 mdpl)," kata Hadi di Bima, baru-baru ini.

Ia juga mengatakan, saat ini status Gunung Sangeang berada pada level II atau waspada.

Untuk itu, pos pengamatan gunung api (PGA) Sangeang, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 1,5 kilo meter dari pusat aktivitas gunung tersebut.

Baca Lainnya: Meletus Lagi, Gunung Agung Hembuskan Abu Vulkanik 1.500 Meter di Atas Puncak

“Perlu diperhatikan, masyarakat dan wisatawan yang berada di area Gunung Sangeang untuk mewaspadai adanya aliran piroklastik yang sangat berbahaya. Selain itu, wisatawan dilarang beraktivitas di lembah Sori Wala dan Sori Mantau hingga mencapai pantai, serta lembah Sori Boro dan Sori Oi," ungkapnya lagi.

Larangan ini dikeluarkan PVMBG, mengingat seluruh aktivitas pada semua lembah dan sungai yang berhulu di pusat aktivitas puncak Gunung Sangeang dikhawatirkan memicu lahar dingin yang bisa terjadi saat musim hujan. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: