4,87 Juta Jiwa Jadi Korban Bencana Kekeringan Akibat Kemarau

TrubusNews
Binsar Marulitua
07 Sep 2018   20:30 WIB

Komentar
4,87 Juta Jiwa Jadi Korban Bencana Kekeringan  Akibat Kemarau

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata kekeringan akibat kemarau telah melanda di beberapa wilayah Indonesia, terutama Jawa dan Nusa Tenggara selama tahun 2018 ini. Bencana dengan total cakupan 11 Provinsi menyebabkan 4,87 juta jiwa terdampak.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kemarau menyebabkan beberapa persoalan yang dialami masyarakat terutama di Pulau Jawa, NTB serta NTT. Rinciannya mencakup 111 kabupaten/kota, 888 kecamatan, dan 4.053 desa.

Persoalan yang dialami antara lain pasokan air berkurang, debit sungai menurun, tinggi muka air di danau dan waduk menyusut. Lalu, sumur kering sehingga masyarakat mengalami kekurangan air dan sebagian pertanian puso.

Baca Lainnya : Kekeringan di Serang, 19 Titik Wilayah Butuh Air Bersih

"Sebagian masyarakat terpaksa harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Petani juga mengeluarkan biaya tambahan Rp800 ribu rupiah untuk sewa pompa air dan membeli solar guna mengaliri sawahnya," ujar Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/9)

Masyarakat mengalami kekurangan air bersih sehingga harus mencari air ke sumber-sumber air di tempat lain. Bahkan, ada sebagian masyarakat harus membeli air bersih dan menggantungkan pada bantuan droping air bersih.

Untuk wilayah di Pulau Jawa yang mengalami kekeringan antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur. Kemudian, luar Jawa ada NTB, NTT, dan Lampung.

Baca Lainnya : Kekeringan Ekstrem, 7.133 Warga Serang Kekurangan Air Bersih

"Pendataan kekeringan di wilayah Bali masih dilakukan. Namun berdasarkan laporan BPBD, kekeringan tidak terlalu berdampak luas di Bali pada tahun ini," lanjut Sutopo.

Di Provinsi Jawa Barat, kekeringan terdapat di 22 kabupaten/kota yang meliputi 165 kecamatan, 761 desa, dan berdampak pada 1,13 juta penduduk mengalami kekerangan air bersih.

Di Jawa Tengah, sebanyak 854 ribu jiwa penduduk terdampak kekeringan yang terdapat di 28 kabupaten/kota, 208 kecamatan dan 1.416 desa. Sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebanyak 1.23 juta jiwa penduduk terdampak kekeringan yang berada di 9 kabupaten/kota, 74 kecamatan dan 346 desa.

Baca Lainnya : Dampak Kekeringan di Serang, Ribuan Hektare Padi Puso

Selain itu, faktor bencana gempa yang beruntun dan merusak di Lombok telah menyebabkan dampak kekeringan meningkat di NTB. Salah satunya seperti jaringan pipa air bersih rusak sehingga menyebabkan pasokan air bersih berkurang.

"Masyarakat yang berada di pengungsian jauh dari sumber air yang sebelum terjadi gempa dipenuhi kebutuhan airnya dari PDAM, air sumur, jaringan distribusi air bersih dan lainnya," ujar Sutopo. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: