Solok Dihantam Banjir Bandang dan Air Bah, Dua Warga Meregang Nyawa

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Sep 2018   18:30

Komentar
Solok Dihantam Banjir Bandang dan Air Bah, Dua Warga Meregang Nyawa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Akibat intensitas hujan deras yang terjadi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/8) malam membuat Solok dilanda banjir bandang. Dua orang dikabarkan tewas akibat datangnya air bah secara tiba-tiba semalam.

Menurut petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, kedua korban tewas bukan karena hanyut setelah permukiman mereka diterjang banjir bandang melainkan karena syok. Hal tersebut disebabkan riwayat korban yang memiliki penyakit jantung.

“Dua warga yang meninggal itu, bukan terseret air bah, namun lantaran keduanya memiliki riwayat jantung. Meninggal karena kaget,” terang Rumainur, Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Jumat, (7/9).

Baca Lainnya : Kekeringan dan Banjir Bandang di Tengah Musim Kemarau

BPBD juga melaporkan, bencana yang melanda kawasan Bukit Sileh dan Arosuka di Kabupaten Solok itu juga melukai empat warga lain dan beberapa didiagnosis hipotermia.

Berdasarkan data BPBD, ribuan warga di kawasan tersebut terdampak banjir. Namun kondisi saat ini relatif normal, warga dibantu dengan petugas gabungan sudah mulai membersihkan sisa material yang terbawa arus air bah, seperti lumpur dan benda-benda lain.

Dari ribuan warga terdampak, dikatakan Rumainur sampai saat ini terdata sebanyak 875 jiwa dengan satu di antaranya meninggal dunia di Nagari Muaro Paneh, 750 jiwa di Jorong Koto Panjang, 205 jiwa di Jorong Koto Kaciek, 362 jiwa di Jorong Tapi Ayie, Nagari Kinari, 357 jiwa di Jorong Pamujaan, 365 jowa di Jorong Bungo Harum dan 323 di Jorong Glg Tinggi.

Baca Lainnya : BPBD Jawa Timur Bantu Penanganan Banjir Bandang di Banyuwangi

Tapi, data itu masih bersifat sementara karena BPBD masih memeriksa ulang kondisi di lokasi terdampak bencana. BPBD juga berupaya menyalurkan logistik atau kebutuhan mendesak bagi warga yang membutuhkan.

Mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi, Rumainur mengingatkan warga yang tinggal di zona merah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terlebih kawasan ini memiliki sejumlah anak sungai, yang kapan saja bisa meluap dan menyebabkan banjir bandang yang lebih besar lagi. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: