Rupiah Melemah, Peternak Ayam dan Ikan di Purwakarta jadi Gelisah

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
06 Sep 2018   22:45

Komentar
Rupiah Melemah, Peternak Ayam dan Ikan di Purwakarta jadi Gelisah

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hingga saat ini, bahan baku pakan ternak masih mengandalkan komoditas dari luar negeri. Karena itu, ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amrika Serikat melemah, dampaknya langsung dirasakan para peternak.

Yang membuat para peternak semakin resah, naiknya harga pakan karena melemahnya rupiah, tidak serta merta diimbangi dengan kenaikan harga jual produk peternakan mereka.

Lili Supriyadi (35), peternak ayam petelur di Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta mengatakan, sudah seminggu belakangan harga pakan ternak mengalami kenaikan.

Baca Lainnya : Dampak Pelemahan Rupiah, Pengusaha Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar 

"Harga normal Rp 5.387 per kilogram, sekarang harga pakan Rp5.537 per kilogram. Sedikit sih naiknya, tapi jika di kali banyak, kan lumayan juga. Kenaikan ini terjadi sejak satu pekan terakhir," ujar Lili, Kamis (6/9).

Lili menjelaskan, setiap 20 hari sekali ia harus membeli pakan ayam sebanyak 1 ton. Pakan sebanyak itu diperuntukkan bagi 850 ayam petelur miliknya. Yang membuatnya resah, kenaikan harga pakan tidak diiringi dengan kenaikan harga jual telur hasil ternaknya.

Hal yang sama juga dirasakan para peternak ikan. Pakan ikan emas yang berasal dari luar negeri agar kualitasnya baik, mengalami kenaikan juga.

Baca Lainnya : Pelemahan Rupiah Berdampak Terhadap Produksi Industri

Ade Sanim (27), peternak ikan di Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta menyebutkan, kenaikan tidak terlalu besar tapi cukup memberatkan.

"Pakan ikan memang naik sejak satu pekan terakhir, harga normal Rp7.100/Kg dan sekarang harga pakannya Rp7.350/Kg," ucap Ade.

Oleh karena itu, ia terpaksa menaikkan harga ikan kepada para pembeli. Hal itu dia lakukan agar tidak terlalu merugi. Ia kini menjual ikan emas ternaknya seharga Rp 27 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya yaitu sekitar Rp 18 ribu per kilogram. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: