Sesuai Permen LHK, Pemulihan Savana Gunung Bromo Dilakukan Secara Alami

TrubusNews
Syahroni
06 Sep 2018   22:15 WIB

Komentar
Sesuai Permen LHK, Pemulihan Savana Gunung Bromo Dilakukan Secara Alami

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di padang rumput atau savana Gunung Bromo, yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (1/9) lalu. Api baru berhasil dipadamkan seutuhnya, Senin (3/9). Kini kawasan itu pun menghitam. Abu sisa kebakaran pun masih nampak.

Penyuluh Kehutanan TNBTS, Birama Terang Radityo menjelaskan, TNBTS, khususnya kawasan savana Bromo memang merupakan titik rawan kebakaran lahan di tiap musim kemarau. Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, hanya pada 2016 tidak terjadi kebakaran lahan di titik ini. Untuk itu, petugas dari TNBTS selalu mengaktivasi kegiatan patroli khusus kebakaran hutan jika musim kemarau tiba. 

Baca Lainnya : Padang Savana Gunung Bromo Terbakar

Sementara itu, terkait pemulihan kawasan yang terbakar, Birama mengatakan, pemulihan akan dilakukan secara alami. 

"Memang dibiarkan tumbuh alami. Karena kalau mau menanam di taman nasional harus di zona rehabilitasi, tidak sembarangan menanam," ucapnya Kamis (6/9).

Proses pemulihan semacam itu dilakukan berdasarkan prinsip pengelolaan taman nasional yang selama ini dilakukan. Biasanya, proses ini memakan waktu hingga dua bulan, tergantung pada cuaca di lokasi.

Baca Lainnya : Gunung Bromo Terbakar, Habitat Macan dan Elang Jawa Terancam

"Sebulan sampai dua bulan kalau kemarau, tapi kalau hujan seminggu sudah hijau lagi," ucap Birama.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya, pengelolaan di taman nasional mengupayakan minimalisasi mengubah keaslian ekosistem yang ada. Hal ini berangkat dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Kriteria Zona Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, Taman Hutan Raya, dan Taman Hutan Alam.

Salah satu kegiatan yang diperkenankan untuk dilakukan di zona-zona taman nasional adalah pembinaan habitat dan populasi dalam rangka mempertahankan keberadaan populasi kehidupan liar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: