FKMI: Murai Batu, Cucak Rawa dan Jalak Suren Dikeluarkan dari Daftar Satwa Dilindungi

TrubusNews
Syahroni
05 Sep 2018   20:15 WIB

Komentar
FKMI: Murai Batu, Cucak Rawa dan Jalak Suren Dikeluarkan dari Daftar Satwa Dilindungi

Burung murai batu di penangkaran Mulyono BF, Depok. (Foto : trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Para penghobi burung berkicau atau kicau mania kini bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya kini beberapa burung berkicau yang sebelumnya masuk dalam daftar satwa dilindungi dalam Permen LHK Nomor 20 tahun 2018, sudah dikeluarkan dari daftar tersebut.

Bang Boy, salah satu perwakilan dari Forum Kicau Mania Indonesia (FKMI) mengatakan, tiga jenis burung berkicau yang dikeluarkan dari daftar satwa dilindungi itu adalah burung jalak suren (Gracupica jalla), kucica hutan (Kittacincia malabarica) atau yang dikenal dengan nama murai batu dan cucak rawa. Keputusan itu sendiri dikeluarkan saat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pertemuan dengan perwakilan FKMI di Hotel Padjajaran Suite, Bogor, Selasa (4/9) malam.

"Hasilnya 3 jenis burung dari nota keberatan yang disampaikan saat audiensi 14 Agustus 2018 di kantor KLHK, murai batu, jalak suren dan cucak rawa dikeluarkan lampirannya dari Permen 20 2018 dari dilindungi jadi tidak dilindungi," jelas Bang Boy dalam pesan tertulisnya kepada Trubus.id, Rabu (5/9) malam. 

Baca Lainnya : Dinilai Matikan Perekonomian Masyarakat, FKMI Tuntut Permen LHK 20/2018 Dicabut

Bang Boy menambahkan, keputusan itu sendiri dikeluarkan setelah diserahkannya nota keberatan dan kajian sosial ekonomi yang disampaikan FKMI. Patut diketahui, FKMI sendiri adalah forum yang berisi gabungan 9 organisasi perburungan di Indonesia.

Sebenarnya, sejak tanggal 27 Agustus lalu, sesuai dengan audiensi dengan FKMI, KLHK telah mengeluarkan 2 jenis burung berkicau dari daftar satwa dilindungi. Kedua burung itu adalah burung jalak suren dan burung murai batu. Untuk perubahan terbaru terkait penambahan burung cucak rawa, berkasnya diakui masih berada di Kemenhumkam. 

"Masih di Menhumkam. Dalam waktu dekat sudah keluar. Sebenarnya tanggal 27 Agustus sudah keluar, tapi hanya murai dan jalak suren," jelas Bang Boy.

Bang Boy menambahkan, di surat keputusan yang baru nantinya, nama burung cucak rawa tidak akan ada lagi di dalam daftar satwa dilindungi dalam Permen LHk Nomor 20/2018.

Baca Lainnya : Dampak Permen LHK No 20/2018, Omset Penangkar Murai Batu di Depok Turun Drastis

"Terbaru keluar, yang tanggal 27 Agustus gugur," tukar pembina yayasan BnR tersebut.

Menanggapi sejumlah burung lain yang kerap dipelihara masyarakat, Bang boy mengatakan, FKMI masih tetap akan membuat kajian yang kemudian akan diserahkan ke KLHK untuk ditinjau lagi. Ia berharap, burung lain seperti pleci dan cucak hijau juga dikeluarkan dari lampiran dalam Permen LHK Nomor 20/2018 dari dilindungi jadi tidak dilindungi.

Sementara itu, untuk membantu pemerintah, dalam hal ini KLHK, FKMI sendiri juga sudah berkomitmen untuk membantu memerangi peredaran burung tangkapan hutan. Dari segi lomba, beberapa regulasi yang mengatur keikutsertaan burung tangkapan hutan juga akan diperketat.

"Ya kita kan buat aturan seperti akan kita wajibkan lomba burung hasil penangkaran. Kemudian kita juga sosialisasikan ke pedagang untuk tidak memperjualbelikan burung-burung tangkap hutan. Kita harus komit," terangnya lagi.

Baca Lainnya : Permen LHK Nomor 20 Tentang Satwa Dilindungi, Bikin Resah Kicau Mania

Terkait pendataan penangkar, Bang Boy menjelaskan, organisasi burung berkicau memang membutuhkan data tersebut. Karenannya, pendataan akan terus dilanjutkan.

"Tujuan pendataan (penangkar) tidak jelek dan gratis," tegas Bang Boy.

Terakhir, Bang Boy berharap agar seluruh pecinta burung berkicau termasuk sektor lain yang mendukungnya tetap ikut membantu pemerintah dalam menyelamatkan burung di alam dari kepunahan.

"Dunia burung milik semua. Banyak rantai yang terkait dari mulai penghobi, penangkar ataupun pedagang. jadi, jalin kesatuan sesamanya. Tetap selamatkan burung di alam ini dan ini wajib bagi kicaumania," tutup Bang Boy. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: