Gunung Bromo Terbakar, Habitat Macan dan Elang Jawa Terancam

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Sep 2018   14:30 WIB

Komentar
Gunung Bromo Terbakar, Habitat Macan dan Elang Jawa Terancam

Padang Savana yang terbakar (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menganggap kebakaran padang savana Gunung Bromo yang menghanguskan seluas 70 hektare lahan hingga ke Bukit Teletubis ini sebagai masalah serius. Bahkan hingga hari ketiga pascakebakaran pemadaman masih dilakukan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kenedie, mengatakan pihaknya membuat sekat bakar agar api tidak meluas.

Hal ini karena, kawasan hutan belantara TNBTS merupakan habitat hewan langkah macan tutul dan Elang Jawa.

"Kalau sampai merambat ke Coban Trisula habis lah itu hutan belantara, tempat habitat macan tutul, elang, dan lainnya. Karena itu hutan primer," ungkapnya di Gunung Bromo, Selasa (4/9).

Baca Lainnya: Padang Savana Gunung Bromo Terbakar

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, kebakaran lahan ini berakibat buruk pada populasi macan tutul dan elang jawa.

Dua spesies ini merupakan satwa endemik asli kawasan Semeru. Selain itu, di kawasan ini terdapat 158 jenis anggrek, 40 jenis di antaranya tergolong langka. Misalnya Malaxis purpureonervosa (endemik Semeru Selatan), dan Habenaria tosariensis (endemik TNBTS).

"Kita antisipasi jangan sampai ke Jemplang, karena itu tempat flora fauna endemik.  Jangan sampai api naik ke atas akhirnya kita blokir dengan sekat bakar, sehingga cukup bukit Teletubies dan padang Savana yang terbakar," tambahnya.

Baca Lainnya: BMKG Ungkap Penyebab Terbakarnya Padang Savana Gunung Bromo

John mengatakan, awal kebakaran terjadi Sabtu (1/9) sebanyak 263 titik api. Tapi, hingga Selasa (4/9) lahan yang terbakar hanya menyisakan tiga titik api. Pemadaman dilakukan dengan cara manual menggunakan gebyok lima unit bigbon, dan satu unit kendaraan pengangkut air.

"Diharapkan besok semua sudah selesai kebakarannya. Padahal kita setiap hari patroli, tapi tidak mungkin melarang mencari kayu, burung, dan obat-obatan untuk masyarakat. Akhirnya kita akan buat papan larangan yang bertuliskan dilarang membakar atau membuat perapian di kawasan Gunung Bromo," tutup John. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: