Dampak Kekeringan di Serang, Ribuan Hektare Padi Puso

TrubusNews
Karmin Winarta
04 Sep 2018   13:44 WIB

Komentar
Dampak Kekeringan di Serang, Ribuan Hektare Padi Puso

Padi di sawah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dampak kemarau panjang, puluhan hektare (Ha) sawah di tiga kecamatan, Kota Serang kekeringan dan gagal panen. Akibatnya, para petani mengalami kerugian. 

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Anis S Salam mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima dari petugas di lapangan, sampai saat ini ada 40 Ha sawah yang kekeringan dan akhirnya gagal panen. Jumlah tersebut berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Walantaka 20 ha, Curug 10 ha, dan Taktakan 10 ha.

"Semua sawah yang kekeringan dan terjadi gagal panen ini merupakan sawah tadah hujan," ungkap Anis yang dihubungi Trubus.id, Selasa (4/9).

Menurutnya, para petani sudah mengetahui akan ada kemarau panjang. Distan sendiri sudah melakukan imbauan kepada para petani agar tidak melakukan penanaman, karena tidak akan efektif. Namun para hal tersebut tidak dipatuhi, Mereka tetap melakukan penanaman.

Baca Lainnya: Mulai Disosialisasikan, Bulog Serang Akan Distribusikan Beras Sachet Minggu Ini

Dampaknya adalah, panen dilakukan sebelum waktunya. Yaitu saat padi masih baru berumur 40-50 hari, pada saat kondisinya kering.

 "Sebenarnya para petani sudah tahu akan kemarau, tapi tetap aja mencoba menanam, akhirnya dari pada rugi baru umur 40-50 hari sudah diambil," katanya.     

Ia juga mengatakan, jika yang gagal panen ini merupakan yang masa tanamnya April-September. Seharusnya para petani menanam palawija atau holtikultura. Tanaman tersebut lebih menguntungkan daripada tanaman makanan pokok (padi). Karena, jenis tanaman ini mampu bertahan dengan pasokan air yang sedikit.

Dengan kemarau ini, ia menyatakan pasti berpengaruh terhadap produksi, yang biasanya bisa menghasilkan 6 ton per hektare, sekarang turun menjadi 5,9 ton per Ha.  Tapi sekarang sudah mulai turun hujan, artinya sudah mulai peralihan musim, dari kemarau ke musim hujan. Ia juga mengaku, tidak ada bantuan untuk para petani, apakah itu pupuk atau benih padi.

Baca Lainnya: Musim Kemarau, Pasokan Beras di PIBC Masih Aman

"Bantuan sendiri untuk benih tak ada. Tapi coba akan kita bantu petaninya punya kartu asuransi atau tidak, kalau punya akan dibantu," katanya.

Salah satu petani di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen yang bernama Yadi mengaku, jika di daerahnya banyak sawah yang kekeringan dan terancam gagal panen. Untuk yang tidak normal panennya ada sekitar 300 ha, dan yang gagal panen ada sekitar 200 ha. Hal ini terjadi selain karena musim kemarau, disebabkan adanya buka tutup saluran irigasi.

 "Kalau se-kecamatan Kasemen mungkin jumlahnya ribuan hektare, karena di Kelurahan Sawah Luhur saja ratusan hektare," tandasnya. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: