Perluasan Lahan Sawit di Aceh Ancam Habitat Orangutan

TrubusNews
Astri Sofyanti
03 Sep 2018   12:51 WIB

Komentar
Perluasan Lahan Sawit di Aceh Ancam Habitat Orangutan

Perluasan Lahan Sawit di Aceh Ancam Habitat Orangutan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Maraknya pembukaan lahan hutan untuk kepentingan sektor pertanian membuat habitat orangutan yang berada di Rawa Tripa di Kabupaten Nagan Raya, Aceh kian terancam.

Seiring berjalannya waktu, area Rawa Tripa terus dilakukan perambahan lahan. Kondisi ini membuat populasi orangutan di kawasan itu semakin sedikit. Sebagai informasi, Rawa Tripa disebut sebagai ibukota orangutan di dunia.

Kawasan hutan gambut ini adalah satu dari enam tempat di dunia yang masih terdapat orangutan Sumatera.

Rawa gambut Tripa merupakan bagian dari kawasan ekosistem Leuser dengan luas 2,6 juta hektare di sebagian wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Baca Lainnya: Perusahaan Perkebunan, Dalang Pembunuhan Orang Utan?

Kawasan ekosistem ini menjadi tempat terakhir di bumi di mana orangutan, harimau, gajah dan badak hidup bersama di alam liar.

 Tapi saat ini, keberadaan orangutan di Rawa Tripa semakin terancam dengan adanya perkebunan kelapa sawit yang memiliki luas hingga ribuan hektare. Semakin terjadi perambahan lahan, jumlah orangutan di kawasan itu semakin memprihatinkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengungkapkan, saat ini populasi orangutan, yang bertahan hidup di Rawa Tripa sekitar 150 ekor.

Baca Lainnya: Bangkai Orangutan Ditemukan Tanpa Kepala, Mengapung di Sungai Kalahien

“Di Tripa diperkirakan ada sekitar 150-200 ekor itu catatan tahun 2016. Kalau sekarang kami yakini maksimal 150 ekor lagi,” kata Sapto di Aceh, baru-baru ini.

Ia pun memprediksi, jika kawasan gambut Rawa Tripa tidak diselamatkan akan berakibat buruk bagi keselamatan orangutan yang ada di Rawa Tripa. Pembakaran lahan juga semakin masif di sana.

“Kalau Rawa Tripa tidak diselamatkan, kalau kawasan lindung yang ditetapkan di Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) tidak diimplementasikan dan dikawal degan baik, Orangutan di sana tinggal menunggu waktu untuk habis,” ungkapnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: