Jelang Hari Pangan Nasional, Kementan Tingkatkan Pemanfaatan Lahan Rawa

TrubusNews
Astri Sofyanti
31 Agu 2018   14:45 WIB

Komentar
Jelang Hari Pangan Nasional, Kementan Tingkatkan Pemanfaatan Lahan Rawa

Proses merubah lahan rawa menjadi lahan pertanian. (Foto : Doc/ Kementan)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan pemanfaatan lahan rawa untuk diubah menjadi lahan pertanian produktif. Upaya ini semakin gencar dilakukan jelang perayaan Hari Pangan Sedunia 2018, yang menjadi tema besar nasional tahun ini. Pengelolaan dan pengawasan intensif tersebut diproyeksikan mencapai 4.200 hektar.

"Kementan berencana akan membangunkan lahan pertanian dikawasan rawa. Kita punya rawa lebak dan pasang surut yang begitu luas. Ini akan menjadi basis produksi. Cita-cita Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia bukan mustahil. Kita wujudkan dengan pencanangan dari sini," demikian disampaikan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana dalam keterangan resmi yang diterima Trubus.id, Jumat (31/8).

Baca Lainnya : Program Cetak Sawah 150 Hektare di Teluk Wondama Tertunda,  Ini Sebabnya

Sebagai penanggungjawab persiapan HPS 2018, Pending harus memastikan pada hari H lahan pasang rawa ini telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian produktif.

"Ini kan aslinya lahan rawa yang selama ini kurang produktif. Banyak kendala dalam pemanfaatan pasang surut mulai air sering naik pada saat penghujan hingga kadar keasaman yang tinggi. Kita manfaatkan teknologi untuk menjadikannya produktif," paparnya.

Upaya Kementan untuk mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif ini juga menggandeng pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Lahan yang sebelumnya merupakan rawa kini sudah ditanami, siap tanam, dan terus diperluas. Bahkan sejumlah alat berat seperti traktor pun diterjunkan untuk membantu dalam mengolah lahan.

Baca Lainnya : Lahan Persawahan Makin Menyusut, Kementan Jaga Persawahan Abadi di Bekasi

Lebih lanjut dikatakan Pending, pengembangan lahan rawa dilengkapi dengan pembangunan irigasi dan mekanisasi pembangunan irigasi moderen. Ia menjelaskan, bahwa Kementan telah menyiapkan kanal-kanal dan tanggul sepanjang hampir 40 km.

Selain itu juga akan ada klaster-klaster yang dibangun dan dikendalikan dengan tiga pompa besar. Saat kemarau datang, pompa pada sumber air di sungai akan bekerja untuk memasukkan air ke kanal.

"Pompanya besar sekali, 16 inch. Hasil modifikasi kita dari teman-teman di Direktorat Alat dan Mesin Pertanian. Kita latihan tim usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) di sini untuk bisa membuat sendiri karena ini rakitan, bukan pabrikan," ungkapnya lagi.

Baca Lainnya : Kementan Sulap Lahan Kosong Jadi Sawah Produktif

Sementara itu, Tim dari Badan Penelitian Rawa (Balitrawa) sudah mempelajari karakteristik air di lokasi ini.

Optimalisasi lahan dilakukan berdasarkan karakteristik air yang ada, termasuk dalam pengendalian tingkat keasaman tanah, percepatan pembusukan jerami, hingga pemilihan varietas padi yang cocok untuk rawa dan tahan rendaman.

Menteri Pertanian, Andi Amran sulaiman sebelumnya menyatakan, bahwa lahan rawa di Indonesia yang potensial untuk dikembangkan untuk lahan pertanian adalah sebesar 10 juta hektar. Jika dikelola dengan baik, lahan ini diyakini akan mampu memasok kebutuhan pangan seiring pesatnya pertumbuhan penduduk, bahkan memasok kebutuhan dunia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: