Cara Ribuan Warga di Kalsel Cegah ISPA Akibat Kabut Asap 

TrubusNews
Karmin Winarta
30 Agu 2018   10:30 WIB

Komentar
Cara Ribuan Warga di Kalsel Cegah ISPA Akibat Kabut Asap 

Kebakaran Hutan, Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), terus membagikan ribuan masker, untuk mencegah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) akibat paparan kabut asap karhutla beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjar, Rusidawati menjelaskan, ribuan masker ini dibagikan kepada pengguna jalan di sejumlah titik.

"Kami langsung terjun ke jalan membagikan masker kepada para pengguna jalan. Mereka diminta mengenakan masker sehingga bisa terhindar dari kabut asap yang tidak sehat bagi pernafasan," paparnya.

Dirinya menjelaskan, sejumlah petugas Puskesmas juga dikerahkan ke jalan, untuk membagikan masker di tiga titik berbeda, yakni di UPT Puskesmas Kertak Hanyar Jalan A Yani km 7, UPT Puskesmas Gambut km 14, dan di depan Kantor Bupati Banjar Jalan A Yani km 40.

Baca Lainnya: Kawasan Langganan Karhutla di Pontianak, Kebakaran Lagi

"Masker dibagikan secara gratis ya, dan diharapkan masyarakat memakai masker untuk melindungi saluran pernafasan dari ISPA karena udara sekarang ini bercampur kabut asap," lanjutnya.

Rusidawati merinci, data yang dihimpun dari lima puskesmas, tercatat adanya peningkatan tren  penyakit saluran pernapasan yang diderita warga dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Lainnya: Tiga Srikandi Indonesia, dalam Pusaran Karhutla

Kepala UPT Puskesmas Martapura 1, dr Nurmah Megawati menjelaskan, peningkatan jumlah penderita penyakit saluran pernapasan terjadi pada bulan Juli.

"Selama bulan Juni jumlah kasus penderita penyakit saluran pernafasan sebanyak 136, dan bulan Juli meningkat menjadi 216 diduga sebabnya karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," tukasnya.

Ia mengungkapkan, jumlah pasien penyakit saluran pernapasan juga cenderung meningkat sejak 30 hari terakhir. Sementara kasusnya menjadi penyakit urutan dua terbanyak yang diderita warga di kabupaten tersebut. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: