2,7 Ton Bibit Bawang Bantuan Belum Juga Ditanam, Distan Pesibar Akan Bertindak

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
28 Agu 2018   20:15

Komentar
2,7 Ton Bibit Bawang Bantuan Belum Juga Ditanam, Distan Pesibar Akan Bertindak

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak tanggal 25 Juli silam, tiga ton bibit bawang merah bantuan pemerintah diserahkan ke kelompok tani Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Namun sayangnya, hingga kini baru 3,5 kuintal bibit yang sudah ditanam. Sementara sisanya, teronggok digudang penyimpanan dan sudah mulai membusuk.

Ketua Poktan Tunas Baru, Selamet Tedi, mengakui jika poktan yang diketuainya menerima bantuan itu untuk ditanam di atas lahan seluas 3 Ha. Dari total angka tersebut, dirinya mendapat jatah penanaman bibit bawang merah sebanyak 1 ton. 

"Sementara sisa sebanyak 2 ton, dibagikan ke masyarakat anggota poktan," katanya, Selasa (28/8).

Ia beralasan, banyaknya bibit yang belum ditanam tersebut karena lahan yang akan dipakai untuk menanam bibit tersebut masih belum siap. Kendala tenaga pekerja yang jadi masalahnya.

Baca Lainnya : Puluhan Hektare Lahan Bawang Merah di Probolinggo, Ludes Dilalap Ulat Grayak

"Kalau jatah untuk saya belum ditanam semua karena mau ngeberesin tanaman yang sekarang ini, karena kalau sekaligus gak kuat tenaga nyiramnya. Karena kita modal tenaga satu, macul pun sendiri," kata dia.

Anggota lainpun juga masih belum menanam bibit yang sudah mereka terima. Alasannya pun sama. Ada yang mengaku terkendala kemarau, ada pula yang mengaku lahannya masih ditanami tanaman lain.

Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung mengaku akan segera memanggil Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru Pekon Rawas Kecamatan Pesisir Tengah, Selamet Tedi. Kepala Distan Pesibar, Jalaludin bahkan mengatakan kalau pihaknya akan mengambil sikap tegas. 

"Segera kami panggil, untuk memastikan bagaimana kesiapan pengurus poktan itu," kata Jalal ketika dikonfirmasi, Selasa (28/8) petang.

Ia mengatakan, jika memang Poktan Tunas Baru siap untuk melakukan penanaman, maka pelaksanaannya harus disegerakan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Jalal menegaskan, tidak ada alasan bagi suatu kelompok jika penanaman tidak bisa dilakukan disebabkan faktor lahan yang belum siap. 

Baca Lainnya : Bantul Siapkan Bawang Merah Organik Jadi Produk Unggulan

"Karena seharusnya sejak jauh hari sebelum pengajuan bantuan, poktan harus sudah menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi realisasi bantuan itu," lanjut Jalal.

Terkait kendala tenaga pekerja, Jalal mengatakan kalau hal itu seharusnya sudah diperhitungkan sebelum poktan tersebut mengajukan bantuan. 

"Seharusnya dengan jatahnya sebanyak 1 Ton, dia harus memperkerjakan tenaga minimal sebanyak lima orang. Keterbatasan dana bukan menjadi alasan yang tepat, kalau tidak kenapa minta jatah sampe 1 Ton kalau memang faktanya tidak sanggup," pungkasnya.

Karena itu, lagi-lagi Jalal memastikan akan segera memastikan bagaimana kesiapam dari poktan yang dinilai lambat dan gagal itu.

"Saya tidak ingin bibit itu terbuang mubadzir dengan banyak yang busuk. Kalau memang poktannya tidak sanggup, maka akan segera diberikan ke poktan yang jauh lebih sanggup dan siap," tukasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Baru Dibuka, Bukit Gunung Rinjani Terbakar

Thomas Aquinus   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: