Kementan Optimis, Bioindustri Mampu Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Petani

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Agu 2018   18:45 WIB

Komentar
Kementan Optimis, Bioindustri Mampu Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Petani

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama semua seluruh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di 33 provinsi saat ini tengah gencar mempersiapkan program bioindustri.

Program ini nantinya akan diterapkan secara merata di sejumlah desa di Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian yang tujuannya untuk meningkatkan ekonomi para petani di nusantara.

Di Bali sendiri, program ini sudah berjalan. Bahkan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Haris Syahbuddin mengapresiasi upaya BPTP Bali dalam menggiatkan program bioindustri di Provinsi tersebut. Tim Bioindustri BPTP Bali masuk ke sejumlah lokasi binaan ini sejak 2015 silam.

Baca Lainnya : 5 Masalah Utama Pertanian Menurut HKTI

Oleh karena itu, Haris optimis dengan program bioindustri ini bisa meningkatkan efisien biaya yang dikeluarkan para petani. Ia menilai pengembangan model bioindustri akan turut berperan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi petani.

"Melalui sistem pertanian bioindustri, tidak ada yang terbuang karena output satu sub sistem menjadi input bagi sub sistem lain. Limbah pun dapat diminimalisir, serta yang tak kalah penting, produksi dapat ditingkatkan," ujar Haris, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/8).

Menurutnya, sistem bioindustri dapat meningkatkan daya tahan terhadap kebutuhan energi, pangan dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Penerapan pertanian bioindustri juga terbukti telah memberikan manfaat dan kontribusi bagi semua pelaku mulai dari hulu hingga hilir.

Kegiatan Bioindustri yang dikembangkan Balitbangtan mengusung konsep yang sangat sederhana, yaitu integrasi tanaman dan ternak. Inovasi yang diperkenalkan oleh BPTP Bali ke petani binaan pun memiliki konsep yang sama, yaitu pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik untuk tingkatkan produktivitas sayuran, serta teknologi pakan untuk meningkatkan performa ternak sapi.

Baca Lainnya : 5 Kendala Sektor Pertanian dalam Lima Tahun ke Depan

Dalam kunjungan Tim BPTP Bali baru-baru ini, terdapat dua desa yang mendapatkan manfaat dari adanya embung. Di antaranya adalah Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Di desa ini keberadaan embung telah terbukti sangat dirasakan para petani, terutama ketika sudah memasuki musim kemarau.

Selain itu ia menambahkan, keberadaan embung juga berhasil tingkatkan efisiensi waktu petani dalam mengolah lahan.

"Kami tetap dapat menanam sayuran di luasan yang sama dengan saat musim hujan," jelas Ketua Kelompok Setia Makmur, I Wayan Widana saat menerima kunjungan tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: