Kedalaman KJA di Danau Toba Rata-rata Tak Penuhi Perpres

TrubusNews
Syahroni
28 Agu 2018   18:15 WIB

Komentar
Kedalaman KJA di Danau Toba Rata-rata Tak Penuhi Perpres

Jutaan ikan di KJA Danau Toba mati. (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Jutaan ekor ikan di Keramba Jaring Apung (KJA)warga di Samosir tiba-tiba mati mendadak beberapa waktu lalu. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara, Mulyadi mengatakan, kedalaman KJA yang tidak memenuhi Peraturan Presiden 81/2014 tentang RTRW Danau Toba yang disinyalir jadi penyebabnya.

Dijelaskan Mulyadi, kedalaman KJA yang ikannya mati hanya berkisar 9 hingga 12 meter atau di bawah ketentuan RTRW Danau Toba yang untuk budidaya perikanan. Seharusnya, KJA tersebut memiliki kedalaman minimal 30 meter dan 100 meter.

"Hasil laporan lainnya, kandungan oksigen terlarut juga hanya berkisar 2,6 hingga 2,8 PPM, kondisi ini tidak normal. Untuk KJA minimal kandungan oksigen terlarut  sebesar 5 PPM," kata Mulyadi, Selasa (28/8).

Baca Lainnya : Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mati, Diduga Kekurangan Oksigen

Selain itu, derajat keasaman atau PH-nya juga hanya 6 dari yang sebaiknya minimal 7. Hal tersebut, semuanya berdasarkan penelitian sementara. Untuk hasil pasti laboratorium rencananya akan keluar dalam waktu dekat.

"Hasil sampel diuji di Laboratorium Pengendalian Mutu Hasil Perikanan di KIM, Belawan, seperti unsur kimia meliputi NH3 (Nitrat), Fosfor, Sulfur, dan CO2," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Samosir, Sudion Tamba menyebut, pihaknya sudah membawa ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium. Hal ini guna memastikan penyebab kematian mendadak ikan di KJA.

"Jutaan ikan mas dan nila di KJA yang ada di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, yang mati itu sudah mulai dibersihkan. Bangkai ikan dievakuasi dan
ditanam ke tanah seluas 10 kali 10 meter dengan kedalaman 2 meter," sebutnya.

Sebelumnya disebutkan, kerugian yang dialami para petani KJA akibat matinya jutaan ekor ikan di perairan Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, ditaksir mencapai Rp 4 Miliar.

Baca Lainnya : Kerugian Akibat Matinya Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mencapai Rp 4 Miliar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Samosir, Jhunellis boru Sinaga mengatakan, jumlah ikan yang mati di perairan Danau Toba tersebut mencapai 180 ton. Jumlah ini berasal dari 21 pemilik KJA.

"Jenis ikannya yaitu, nila, mujair, dan ikan mas dengan ukuran yang memang sudah siap panen," kata Jhunellis, Kamis (23/8).

Kematian jutaan ikan sebelumnya diduga bukan karena virus. Dugaan sementara karena perubahan suhu dari dasar perairan ke permukaan, sehingga ikan tidak maksimal mendapatkan oksigen. 

"Kami mengimbau kepada para pelaku usaha perikanan, terutama yang mengalami musibah karena kematian ikan agar jaring-jaring dijemur kembali," ucap Jhunellis.  [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: