Ini Pentingnya Membangkitkan Sektor Pertanian Pascagempa Lombok

TrubusNews
Ihsan Maulana
27 Agu 2018   15:45 WIB

Komentar
Ini Pentingnya Membangkitkan Sektor Pertanian Pascagempa Lombok

Pengungsian korban gempa Lombok. (Foto : Trubus.id / Thomas)

Trubus.id -- Sektor pertanian, menjadi salah satu kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), di Kabupaten Lombok Barat. PDRB ini menjadi bekal penting dalam menggerakkan kebangkitan masyarakat pascabencana gempa bumi yang terjadi sejak awal Agustus silam.

Namun demikian, Kementerian Pertanian merasa khawatir lantaran sektor tersebut sampai saat ini belum mampu berproduksi maksimal.

"Ini menjadi penting, karena sektor yang paling menggerakkan untuk kebangkitan pascagempa ini adalah sektor pertanian," ujar Direktur Jenderal Sarana Prasarana, Kementerian Pertanian, Dadih Permana saat menyalurkan bantuan peralatan pertanian di Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (27/8).

Baca Lainnya : Pemerintah Serahkan Bantuan Gempa Lombok Rp1,25 T

Dadih menilai, ia khawatir kondisi ekonomi di Lombok Barat masih mengalami penurunan akibat gempa. Untuk itu, peralihan masa tanggap darurat ke masa transisi pemulihan, bisa memacu percepatan pembangunan pascabencana. 

"Pemerintah tentu komitmen untuk membantu stimulan mengangkat kemandirian masyarakat setempat dalam meningkatkan produksi pertanian," lanjut Dadih.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid terus mendorong masyarakatnya unyuk bangkit dari keterpurukan akibat gempa 7,0 SR yang membuat puluhan ribu rumah rusak dan lebih dari ratusan ribu warga mengungsi.

"Saya hanya khawatir pertanian akan mengalami penurunan produksi," papar Fauzan.

Baca Lainnya : Kementan Kirim 52 Ton Pakan Sapi ke Lombok

Ia menjelaskan, luas area pertanian di Lombok Barat mencapai 17 ribu hektare yang pada tahun lalu, hasil pertaniannya mengalami surplus 30 ribu ton untuk padi dan 27 ribu untuk jagung. 

Fauzan melanjutkan, sektor pertanian di Lombok Barat telah memberi kontribusi sebesar 21,03 persen terhadap total PDRB, dengan harga konstan yang sebesar lebih dari Rp 9,7 triliun. Sektor ini juga memiliki kontribusi 32 persen pada penyerapan tenaga kerja.

"Saya yakin potensi pertanian akan menjadi penggerak kebangkitan dari keterpurukan akibat bencana gempa," tutupnya. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: