Kemenhub dan UGM Bangun Rumah Transisi untuk Korban Gempa Lombok

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Agu 2018   09:30 WIB

Komentar
Kemenhub dan UGM Bangun Rumah Transisi untuk Korban Gempa Lombok

Korban gempa Lombok (Foto : Thomas Aquinus/ Trubus.id)

Trubus.id -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) akan membangun rumah transisi  dalam bentuk bangunan klaster bagi korban gempa Lombok, Nusa Tengara Barat (NTB).

Dalam keterangan resminya, Senin (27/8), Menteri Perhubungan RI (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub bersama skateholder tak hanya akan membangun rumah transisi, tapi juga akan memasok keperluan sehari-hari korban gempa Lombok.

“Kami juga akan pastikan logistik dan air bersih dapat didistribusikan secara merata,” kata Budi di Jakarta, Senin (27/8).

Lebih lanjut Budi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Fakuktas Teknik UGM akan membangun rumah-rumah yang bersifat temporer.

Baca Lainnya: Bina Swadaya dan ERCB Fokus Beri Bantuan di 6 Desa Terdampak Gempa Lombok

“Ini satu hal yang baik, karena nantinya rumah ini akan dibangun dengan material yang sudah ada. Kami akan bangun 50 rumah dalam bentuk satu klaster,” tuturnya lagi.

Untuk itu, Budi berharap program ini bisa berjalan cepat sehingga tanggal 9 September ini bisa selesai dalam waktu satu minggu bisa selesai 50 rumah.

“Kami ingin masyarakat Lombok ini cepat bangkit dan kembali bekerja sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UGM Nizam mengatakan, program rumah ini adalah memberikan bantuan tempat tinggal yang lebih baik dibanding tenda.

Baca Lainnya: Gempa di Lombok Diprediksi Tidak Pengaruhi Aktivitas Gunung Berapi

“Maka dibuat program rumah yang disebut rumah transisi, artinya rumah ini tidak perlu dibongkar lagi, tapi bisa jadi rumah permanen dengan satu sistem Hunian Transisi Menuju Permanen (HUNTRAP),” ungkapnya.

Dikatakan Nizam, proses pembuatnya sangat sederhana, misalnya dindingnya bisa menggunakan anyaman bambu atau pakai papan yang masih tersisa dan rumah tersebut secara perlahan bisa tumbuh dan berkembang. 

Estimasi biaya dan waktu untuk satu rumah diperkirakan memakan waktu 2 hari dengan 3 orang tukang dan biaya sekitar 10 juta untuk rangka dan atapnya sampai bisa ditempati warga.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

LIPI Dorong Pembentukan Desa E-Commerce

Peristiwa   13 Des 2019 - 15:23 WIB
Bagikan: