Hasil Selundupan 596 Kura-kura Moncong Babi Dikembalikan ke Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Agu 2018   09:00 WIB

Komentar
Hasil Selundupan 596 Kura-kura Moncong Babi Dikembalikan ke Indonesia

Kura-kura moncong babi. (Foto : Dok. KLHK)

Trubus.id -- Sebanyak 596 individu kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) dikembalikan ke Indonesia dari Hong Kong. Sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya di Sungai Kao, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Papua, kura-kura ini akan melewati proses adaptasi terlebih dahulu.

Pemulangan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidip dan Kehutanan (KLHK), Convention International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna(CITES) Management Authority di Hong Kong, CITES Management Authority di Indonesia, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Karantina Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Serta didukung oleh The Kadoorie Farm and Botanic Garden (KFBG) Hongkong dan Yayasan IAR Indonesia.

Baca Lainnya : Ini Dia Spesies Kura-kura Terkecil di Dunia

Direktur Konservasi Keaenakaragaman Hayati, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Indra Exploitasia, mengatakan jika kura-kura endemik Papua ini diselundupkan secara illegal dari Indonesia ke Hong Kong pada tanggal 12 dan 27 Januari 2018. Otoritas keamanan bandara di Hong Kong menemukan kura-kura tersebut dalam keadaan hidup di dalam sebuah koper penumpang dalam penerbangan Jakarta - Hong Kong.

Pelaku penyelundupan adalah Warga Negara Indonesia, yang saat ini telah menjalani peradilan di Hong Kong dengan tuntutan hukuman telah disampaikan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hong Kong yaitu denda sebesar HK$ 20.000.

Habitat kura-kura moncong babi yaang menempati rawa dan sungai, sebarannya hanya terdapat di tiga negara yakni Papua bagian selatan Indonesia, Papua New Guinea dan Australia bagian utara. Di Pulau Papua bagian selatan, sebaran mereka meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel, Mimika, Dogiyai, sampai ke Kaimana.

Baca Lainnya : Setelah Kabur Sejauh 1 Mil, Kura-kura Berusia 100 Tahun Ini Akhirnya Kembali ke Rumahnya

Populasi kura-kura moncong babi terus terancam akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Permintaan yang tinggi juga semakin mempercepat kepunahannya. Di pasaran, kura-kura jenis ini diperjualbelikan untuk dijadikan hewan peliharaan dan dikonsumsi karena dipercayai memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan penyakit tertentu. Padahal, belum ada bukti ilmiah mengenai hal tersebut.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe C Soekarno Hatta, Erwin Situmorang, berharap kejahatan lingkungan seperti ini tidak terulang lagi.

Baca Lainnya : Mary River Turtle, Kura-kura Unik dengan Rambut Mohawk yang Hampir Punah

“Kita tidak boleh lagi kecolongan hal seperti ini, baik jenis CITES yang masuk ataupun yang keluar Indonesia”, tegas Erwin.

Kura-kura moncong babi merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Secara internasional, kura-kura jenis ini berstatus vulnerable atau rentan dalam redlist International Union Conservation Nature (IUCN) dan masuk dalam kategori Appendix II oleh Convention International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna(CITES), yang berarti perdagangannya dikendalikan melalui kuota. [DF]
 
 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: