Raja Ampat ala Kampar Terbakar Lagi

TrubusNews
Diah Fauziah
25 Agu 2018   06:00 WIB

Komentar
Raja Ampat ala Kampar Terbakar Lagi

Puncak Ulu Kasok, Raja Ampat ala Kampar yang terbakar pada Jumat (24/8). (Foto : Kontributor Trubus.id/ M. Syukur)

Trubus.id -- Puncak Ulu Kasok, biasa dikenal sebagai Raja Ampat Kampar kembali terbakar. Kebakaran yang terjadi kedua kalinya selama tahun 2018 ini diduga ada campur tangan pihak tak bertanggung jawab.

Kepala Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Adi Chandra menjelaskan, api muncul pada Jumat (24/8) pukul 02.00 WIB.

Hingga petang, api sudah bisa dipadamkan oleh petugas gabungan TNI, Polri dan pemadam kebakaran pemerintah setempat. Meski demikian, petugas masih di lokasi untuk mendinginkan lahan.

"Luas kebakaran diperkirakan 1,5 hektare. Ini kebakaran Ulu Kasok jilid dua, sebelumnya juga terbakar dengan luas yang sama. Dengan demikian, sudah 3 hektare yang terbakar," kata Adi.

Baca Lainnya : Kota Sampit Tertutup Asap Akibat Kebakaran Hutan

Tak hanya lereng bukit, api juga membakar pondok-pondok yang didirikan pengelola lokasi wisata. Biasanya, pondok itu biasanya digunakan wisatawan untuk berfoto dengan latar keindahan pemandangan Ulu Kasok.

"Bukan warung yang terbakar, tapi juga spot foto berbentuk perahu juga," sebut Adi.

Ia menduga, kebakaran berasal dari tumpukan sampah plastik di lereng bukit yang menyulitkan petugas memadamkan api.

"Diduga, ada orang membersihkan sampah, mengumpulkan dan kemudian membakarnya. Api diduga dari sini," ucap Adi.

Selain itu, medan yang sulit menjadi penyebab api sulit dipadamkan. Wajar, Ulu Kasok berada di ketinggian, di mana butuh 60 bagi petugas untuk mengambil dan memasok air ke lokasi terbakar.

Baca Lainnya : Jokowi: Karena Ketegasan, Kebakaran Hutan dan Lahan Turun Siginifikan

"Yang lama itu mengisi air karena di sana memang tak ada sumber air," terangnya.

Selain sampah plastik, struktur tanah mineral berlapis pakis gambut membuat api cepat menjalar ke sisi lain. Keringnya tanah karena hujan jarang turun juga membuat api cepat melumat apa yang ada di atasnya. Apalagi, hembusan angin dari bawah lereng bukit juga membuat api mudah meluas. Untuk mengatasinya, petugas membuat blok supaya lahan yang belum terbakar tak disambar api.

"Mudah-mudahan, hujan turun untuk membantu pendinginan. Saat ini sudah mendung," katanya.

Sebelumnya, Puncak Ulu Kasok terbakar pada 19 Juli 2018. Lokasi kebakaran pertama tak jauh dari lokasi kedua. Saat itu, api membakar sejumlah warung milik warga di atas puncak.

Baca Lainnya : Kebakaran Hebat di Rokan Hilir Bisa Ekspor Asap ke Negeri Jiran

Dalam beberapa tahun terakhir, Ulu Kasok menjadi lokasi favorit wisatawan karena menyajikan pemandangan yang indah. Ulu Kasok berada di jalur lintas arah Sumatra Barat (Sumbar), tepatnya di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Dari atas puncak, pemandangannya mirip dengan Raja Ampat di Provinsi Papua. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini menyebut Ulu Kasok sebagai Raja Ampat ala Riau. Itu karena, wilayah ini terdiri dari beberapa pulau kecil yang terletak di tengah bendungan PLTA Koto Panjang.

Air yang mengelilingi pulau masih hijau dengan hutan yang masih lebat. Tak heran, lokasi dari atas ketinggian pulau ini menjadi objek buruan masyarakat yang ingin berfoto. [DF]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: