Kemarau, 20 Kecamatan di Jogja Rawan Kekeringan Ekstrem

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Agu 2018   11:31 WIB

Komentar
Kemarau, 20 Kecamatan di Jogja Rawan Kekeringan Ekstrem

Kekeringan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogjakarta memprediksi sebanyak 20 kecamatan di Jogja rawan alami kekeringan ekstrem di penghujung musim kemarau ini.

"Kekeringan memiliki potensi terjadi karena saat ini masuk fase puncak musim kemarau," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Yogjakarta, Djoko Budiono, di Yogjakarta, Jumat (24/8).

Dia menjelaskan, potensi kekeringan tertinggi ada di Kecamatan Dlingo, Bantul, Imogiri, Piyungan, Sedayu, Sewon (Kabupaten Bantul), Gedangsari, Panggang, Patuk, Playen, Ponjong, Purwosari, Tanjungsari (Gunung Kidul), Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh, Temon (Kulon Progo), Berbah, Minggir, dan Ngemplak (Sleman).

Baca Lainnya: Kawasan Langganan Karhutla di Pontianak, Kebakaran Lagi

"Di sejumlah wilayah itu telah terjadi hari tanpa hujan lebih dari dua bulan," lanjutnya.

Kekeringan meteorologis merupakan berkurangnya curah hujan dari keadaan normal dalam jangka waktu yang panjang bisa berlangsung bulanan, dua bulanan, hingga tiga bulanan.

"Kami sudah mengeluarkan peringatan dini itu," ujar Djoko.

Baca Lainnya: Cegah Karhutla Jelang Asian Games 2018, BRG Lakukan Hal Ini

Karena puncak musim kemarau masih berlangsung, ia mengimbau masyarakat mulai melakukan upaya antisipasi dengan berhemat air.

Sedangkan untuk petani, Djoko mengimbau agar menanam tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air seperti palawija.

"Masyarakat agar menjaga kesehatan serta menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran lahan," tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: