Gara-Gara Karhutla, 2.000 Warga di Kalbar  Mengidap ISPA

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Agu 2018   10:45 WIB

Komentar
Gara-Gara Karhutla, 2.000 Warga di Kalbar  Mengidap ISPA

Karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang suka membuka lahan dengan cara membakar hutan. Salah satunya yang tengah terjadi di Kalimantan Barat ini.

"Banyaknya titik panas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat ini terkait dengan kebiasaan masyarakat membakar lahan sebelum membuka lahan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, baru-baru ini.

Baca Lainnya: Kawasan Langganan Karhutla di Pontianak, Kebakaran Lagi

Menurutnya, masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sambas, Ketapang, Kubu Raya dan lainnya memiliki tradisi gawai serentak yaitu kebiasaan persiapan musim tanam dengan membuka lahan dengan cara membakar.

Meskipun pemerintah daerah telah melarang namun ternyata kebiasaan ini masih dipraktikkan di banyak tempat di Tanah Air.

"Tantangan ke depan bagaimana memberikan solusi kepada masyarakat agar dapat menerapkan pertanian tanpa bakar atau insentif tertentu," lanjutnya lagi.

Baca Lainnya: Cegah Karhutla Jelang Asian Games 2018, BRG Lakukan Hal Ini

Dampak kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak telah menyebabkan kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikulat (PM10) terukur 166 Mikrogram per Meter Kubik atau kategori tidak sehat.

"Sebaran asap mengarah ke utara di wilayah Kalimantan Barat bagian barat. Sebanyak 2.000 orang dilaporkan menderita ISPA selama musim kemarau ini," ungkapnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: