Kerugian Akibat Matinya Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mencapai Rp 4 Miliar

TrubusNews
Thomas Aquinus
24 Agu 2018   09:45 WIB

Komentar
Kerugian Akibat Matinya Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mencapai Rp 4 Miliar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Samosir, Jhunellis boru Sinaga (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kerugian yang dialami para petani Keramba Jaring Apung akibat matinya jutaan ekor ikan di perairan Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, ditaksir mencapai Rp 4 Miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Samosir, Jhunellis boru Sinaga mengatakan, jumlah ikan yang mati di perairan Danau Toba tersebut mencapai 180 ton. Jumlah ini berasal dari 21 pemilik KJA.

"Jenis ikannya yaitu, nila, mujair, dan ikan mas dengan ukuran yang memang sudah siap panen," kata Jhunellis.

Baca Lainnya : Serangan Air Putih Sebabkan Ribuan Ikan Mati di Boyolali dan Sragen

Disebutkan, kematian jutaan ikan diduga bukan karena virus. Dugaan sementara karena perubahan suhu dari dasar perairan ke permukaan, sehingga ikan tidak maksimal mendapatkan oksigen. 

"Kotoran di dasar danau atau limbah naik ke permukaan. Limbah yang dimaksud sampah domestik. Kalau sisa pakan tidak ada, karena pelaku usaha di sini memakai pakan terapung," sebutnya. 

Pemerintah Kabupaten Samosir masih terus melakukan penelitian terhadap peristiwa matinya jutaan ikan di perairan Danau Toba. Penelitian dilakukan terhadap air, pakan, dan ikan yang mati. 

"Kami mengimbau kepada para pelaku usaha perikanan, terutama yang mengalami musibah karena kematian ikan agar jaring-jaring dijemur kembali," ucap Jhunellis.

Baca Lainnya : Ikan Mati di Danau Maninjau Capai 160 Ton, Pembudidaya Rugi Besar

Jutaan ekor ikan di KJA milik petani yang berada di perairan Danau Toba mati mendadak. Warga Aek Nihuta yang juga petani keramba, Roy Malau mengatakan, pada Senin (208) kemarin, ikan-ikan di kerambanya terlihat mulai lemas.

"Ikan-ikan di enam keramba saya mati semua. Bahkan ada petani yang mempunyai 150 keramba juga mati semua," kata Roy.

Mengenai kondisi tersebut, pada Selasa (21/8) kemarin para petani keramba sempat berupaya memberikan oksigen kepada ikan-ikan. Namun, pada Rabu (22/8) pagi, ikan-ikan di keramba para petani sudah mati dan mengapung.

"Padahal jutaan ikan yang mati dalam waktu dekat siap panen. Kita sudah beri tahu kepada Bupati dan instansi terkait," jelasnya.

Baca Lainnya : Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mati, Diduga Kekurangan Oksigen

Bangkai-bangkai ikan yang mati tersebut sudah dibawa ke tepi danau. Alat berat juga sudah diturunkan untuk mengubur jutaan bangkai ikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Sudion Tamba mengatakan, berdasarkan penjelasan pemilik keramba, air di Danau Toba sudah mulai menghitam.

"Berarti, mungkin ada arus di dalam danau mengarah ke keramba ini. Arus di dalam danau ini ada, mungkin terbawa limbah-limbah domestik dan menjadi hitam warnanya," ucap Sudion.

Baca Lainnya : Kemenkes: Jika Menjalar ke Otak, Virus Rabies Bisa Sangat Mematikan

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Samosir sudah turun untuk memeriksa parameter air. Diketahui oksigen air di Danau Toba kurang, dimana dissolved oxygen atau DO-nya hanya 2,8.

"Idealnya 6, dan sangat jauh. Orang pertanian pun memprediksi ini bukan virus, tetapi kekurangan oksigen. Karena ada sebagian hidup dalam satu KJA, mungkin masih bertahan," ujarnya.

Sudion menyebut, dari sebagian KJA, ada yang ikannya masih hidup dan tidak semua mati. Tetapi ada juga sebagian KJA yang 100 persen ikannya mati.

"Laporan ke kita, 300-an KJA dari 21 orang pemilik. Total ikan yang mati kurang lebih 180 ton. Kira-kira satu ekor ikan itu ukurannya berkisar 1 Kilo. Totalnya jutaan ekor ikan yang mati," tandasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Presiden Jokowi Siapkan Labuan Bajo untuk Pertemuan G20

Peristiwa   20 Jan 2020 - 17:21 WIB
Bagikan:          
Bagikan: