Kemenkes: Jika Menjalar ke Otak, Virus Rabies Bisa Sangat Mematikan

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Agu 2018   18:45 WIB

Komentar
Kemenkes: Jika Menjalar ke Otak, Virus Rabies Bisa Sangat Mematikan

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr.Jane Soepardy (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Rabies adalah penyakit mematikan berupa infeksi akut yang disebabkan oleh virus rabies. Virus ini ditularkan melalui gigitan, jilatan, dan cakaran dari hewan yang mengidap rabies terutama anjing, kucing, kera/monyet.

Hewan menular ini bisa menyebarkan virus Lyssavirus yang artinya mengamuk atau kemarahan. Penyakit ini bisa menyerang susunan saraf pusat. Rabies sendiri merupakan penyakit zoonosis yang artinya, penyakit yang bisa menyerang hewan dan manusia.

"Seseorang yang terinfeksi rabies jika sudah menjalar ke otak 100 persen orang itu akan meninggal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr. Jane Soepardy, MPH Dsc, saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).

Baca Lainnya : 200 Ribu Vaksin Rabies Disiapkan untuk Tanggulangi Rabies di Pulau Flores

Gejala dan tanda penderita rabies pada manusia bisa dilihat dengan gejala awal seperti demam, sakit kepala, mual, insomnia, takut air, takut angin, hingga takut terhadap suara. Gejala ini biasanya akan muncul setelah 2 sampai 3 bulan setelah digigit.

"Hewan pembawa rabies 98 persen anjing sisanya kucing hingga kera," lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan Jane, setiap tahunnya, rata-rata 55.000 orang meninggal karena rabies dan 95 persen terjadi di Asia dan Afrika berdasarkan data WHO tahun 2013.

"Kita harus menjaga, mencegah hingga mengendalikan rabies di Indonesia, hewan- hewan risiko menularkan rabies usahakan dirawat dan dipelihara, jangan diliarkan atau berkeliaran secara bebas dan tidak dipelihara," lanjutnya lagi.

Baca Lainnya : Kementan Kasih Gratis Vaksin Anti Rabies Untuk Manusia

Ia menambahkan, berdasarkan data WHO tahun 2013, sebagian besar penderita rabies sekitar 30 sampai 60 persen adalah anak-anak usia di bawah 15 tahun.

Untuk mengendalikannya, Dr. Jane mengungkapkan, segera cuci luka gigitan menggunakan air dan sabun.

"Virus rabies akan mati jika manusia yang digigit harus mencuci menggunakan sabun saat itu juga, hal ini karena virus rabies akan mati dengan sabun. Selama di dalam pencernaan manusia tidak ada luka, virus rabies tidak akan menjalar ke otak. Masuknya virus rabies hanya melewati luka," tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: