Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mati, Diduga Kekurangan Oksigen

TrubusNews
Karmin Winarta
23 Agu 2018   20:00 WIB

Komentar
Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mati, Diduga Kekurangan Oksigen

Jutaan Ekor Ikan di Danau Toba Mati, Diduga Kekurangan Oksigen (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Jutaan ekor ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik petani yang berada di perairan Danau Toba mati mendadak. Kematian jutaan ekor ikan terjadi di Kecamatan Pangururan, Samosir, Sumatera Utara.

Seorang warga Aek Nihuta yang juga petani keramba, Roy Malau mengatakan, pada Senin (208) kemarin, ikan-ikan di kerambanya terlihat mulai lemas. Hingga kini, Roy mengaku mempunyai enam keramba, dan ikannya mati semua.

“Ikan-iakn saya berjenis nila dan mas yang ada di keramba mati semua. Bahkan ada petani yang mempunyai 150 keramba juga mati semua,” kata Roy, Kamis (23/8).

Baca Lainnya: Pencemaran Lingkungan Berdampak pada Pariwisata Danau Toba

Dijelaskannya, mengenai kondisi tersebut, pada Selasa (21/8) kemarin para petani keramba sempat berupaya memberikan oksigen kepada ikan-ikan. Namun, pada Rabu (22/8) pagi, ikan-ikan di keramba para petani sudah mati dan mengapung.

“Padahal jutaan ikan yang mati dalam waktu dekat siap panen. Kita sudah beri tahu kepada Bupati dan instansi terkait,” jelasnya.

Saat ini bangkai-bangkai ikan yang mati tersebut sudah dibawa ke tepi danau. Alat berat juga sudah diturunkan untuk mengubur jutaan bangkai ikan.

Baca Lainnya: Danau Toba, Danau Hidup dan Mitologi Masyarakat Batak

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Sudion Tamba mengatakan, berdasarkan penjelasan pemilik keramba, air di Danau Toba sudah mulai menghitam.

“Berarti, mungkin ada arus di dalam danau mengarah ke keramba ini. Arus di dalam danau ini ada, mungkin terbawa limbah-limbah domestic dan menjadi hitam warnanya,” ucap Sudion.

Diakuinya, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Samosir sudah turun untuk memeriksa parameter air. Diketahui oksigen air di Danau Toba kurang, dimana dissolved oxygen atau DO-nya hanya 2,8.

“Idealnya 6, dan sangat jauh. Orang pertanian pun memprediksi ini bukan virus, tetapi kekurangan oksigen. Karena ada sebagian hidup dalam satu KJA, mungkin masih bertahan,” ujarnya.

Sudion menyebut, dari sebagian KJA, ada yang ikannya masih hidup dan tidak semua mati. Tetapi ada juga sebagian KJA yang 100 persen ikannya mati.

“Laporan ke kita, 300-an KJA dari 21 orang pemilik. Total ikan yang mati kurang lebih 180 ton. Kira-kira satu ekor ikan itu ukurannya berkisar 1 Kilo. Totalnya jutaan ekor ikan yang mati,” sebutnya. (RP)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: