NKRI Masuk 10 Besar Jumlah Pengidap Penyakit Campak dan Rubella

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
23 Agu 2018   16:45

Komentar
NKRI Masuk 10 Besar Jumlah Pengidap Penyakit Campak dan Rubella

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantoro (kanan) (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mencatat jumlah kasus campak dan rubella yang ada di Indonesia sangat banyak. Bahkan dalam kurun waktu lima tahun belakangan, total jumlah kasus campak dan Rubella yang dilaporkan sejak tahun 2024 sampai 2018, tercatat sebanyak 57.056 (8.964 positif campak dan 5.737 positif rubella).

"Lebih dari tiga per empat dari total kasus yang dilaporkan, campak sebesar 89 persen dan rubella sebesar 77 persen di derita oleh anak usia di bawah 15 tahun," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantoro, saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Baca Lainnya: Pemerintah Kekeuh Lanjutkan Vaksin Campak/Measles dan Rubella (MR)

Seperti kita ketahui, campak merupakan salah satu penyakit yabg disebabkan oleh virus dan penyakit ini sangat mudah menulai. Virus ini ditularkan melalui batul dan bersin.

Gejala penyakit campak akan diawali dengan tanda seperti demam, bercak kemerahan pada kulit, yang disertai batuk dan flu yang berujung pada komplilasi pneumonia, diare, meningitis, bahkan bisa menyebabkan kematian.

"Ketika seseorang terkena campak, 90 persen orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika seseorang tersebut belum memiliki kekebalan terhadap campak. Kekebalan akan terbentuk setelah melakukan imunisasi MR," lanjutnya.

Baca Lainnya: Terlepas dari Fatwa MUI, Ketua IDAI Anjurkan Vaksin MR Tetap Dilakukan

Sedangkan rubella adalah penyakit akut dan ringan yang kerap menginfeksi anak di bawah 15 tahun masih rentan terdampak rubella jika belum mendapatkan imunisasi MR.

Anak yang terinfeksi rubella dan dekat dengan perempuan hamil bisa menularkan, terutama pada saat masa awal kehamilan.

"Infeksi rubella pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran atau kecatatan permanen pada bayi yabg dilahirkannya nanti," tuturnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: