Cegah Penyebaran Virus 'Demam Babi Afrika', 14.500 Ekor Babi Dimusnahkan

TrubusNews
Karmin Winarta
23 Agu 2018   15:00 WIB

Komentar
Cegah Penyebaran  Virus 'Demam Babi Afrika', 14.500 Ekor Babi Dimusnahkan

Babi Menyusui (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- China atau Tiongkok adalah produsen daging babi terbesar di dunia. Namun saat ini para peternak babi di Negeri Tirai Bambu ini resah karena wabah virus.  Saat ini, wabah Demam Babi Afrika melanda daerah China Timur.

Rabu (22/08) waktu setempat. pejabat yang berwenang menyatrakan, agar tak menularkan virus ke babi lainnya, lebih dari 14.500 ekor babi dimusnahkan di sebuah kota di Tiongkok timur.

Pemerintah Lianyungang, sekitar 500km sebelah utara Shanghai, juga telah memusnahkan babi pada Senin malam di sebuah kawasan karantina. Petugas juga telah memeriksa empat juta babi lain di kota itu. Namun tak ditemukan kasus penularan virus yang menyebabkan demam pada babi. 

Baca Lainnya: Batalkan Konser, Pink Terserang Gastric Virus, Apa Itu? 

Pemerintah Beijing mengakui telah mengambil langkah-langkah darurat pengendalian untuk membendung penyebaran penyakit tersebut. 

Sebenarnya kasus pertama mengenai penyakit ini diketahui pada awal Agustus. Dan sejak itu virus Demam Babi Afrika telah menjangkiti babi di beberapa kota di Tiongkok  yang memaksa pihak berwenang memusnahkan sejumlah besar babi.

Penyakit Demam Babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia, tetapi menyebabkan demam hemoragik pada babi peliharaan dan babi hutan yang hampir selalu berakhir dengan kematian dalam waktu singkat.

Tidak ada obat atau vaksin yang mampu mencegah penyakit ini. Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah dengan dengan memusnahkan massal ternak yang terinfeksi. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Paparan Radiasi Nuklir di Laut Cina Selatan Tidak Terbukti

Peristiwa   22 Nov 2019 - 23:11 WIB
Bagikan: