33 Kuda Asian Games Asal Belgia Masuk Tanpa Karantina

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Agu 2018   16:15 WIB

Komentar
33 Kuda Asian Games Asal Belgia Masuk Tanpa Karantina

Kuda Asian Games (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pemeriksaan dan pengawalan terhadap masuknya 33 kuda kloter terakhir Asian Games 2018. Kedatangan kloter terakhir dari Belgia tersebut, total ada 133 kuda dari 25 negara yang berada dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian selama berada di area lomba Jakarta Equestrian Park (JEP).

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soetta Imam Djajadi mengatakan, kuda yang telah didesinfeksi tersebut diterbangkan langsung dari Belgia menuju area lomba di Jakarta Equestrian Park (JEP) dengan menggunakan 11 truk. Karena 33 kuda ini berasal dari negara setara dengan standar EDFZ (sertifikat bebas penyakit), maka dapat langsung kami kawal menuju venue, tidak perlu masuk instalasi karantina terlebih dahulu. 

Diterangkan Imam petugas karantina juga melakukan serangkaian tindakan untuk memastikan kesehatan kuda selama di JEP dalam kondisi sehat. Selain itu saat pemeriksaan dan pengawalan di Soetta, Organisation Internationale des Epizootics (OIE) sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan di seluruh dunia telah menetapkan 2 pembagian status negara berdasarkan, status kesehatan kuda secara internasional yaitu negara yang memiliki standar kesehatan sesuai dengan standar bebas penyakit atau Equine Diseases Free Zone (EDFZ).

Baca Lainnya : 3600 Penari Siap Tampilkan Indonesia Negara Maritim di Pembukaan Asian Games 2018

"Lalu, untuk kuda yang berangkat dari negara-negara setara dengan standar EDFZ, dapat langsung masuk ke area lomba. Namun, untuk kuda yang datang dari negara yang belum setara dengan standar EDFZ, harus memasuki 14 hari masa karantina di Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS) Arthayasa, seperti kuda China dan Indonesia," jelasnya kata Imam Djajadi,Selasa (21/08).

Ia menambahkan meskipun Indonesia termasuk negara yang belum setara dengan standar EDFZ, namun khusus Jakarta Equestrian Park telah ditetapkan sebagai zona EDFZ. Sehingga, dapat dijadikan sebagai area lomba Equestrian bertaraf internasional. 

Selanjutnya, lalu lintas kuda, manusia maupun kendaraan yang keluar masuk lokasi Equestrian, harus melewati kolam bak berisi desinfektan (dipping). Desinfeksi dilakukan menggunakan bahan yang sudah ada di Indonesia, antara lain senyawa peroxigen dan asam organik serta insektisida jenis cypermethrin. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari biosecurity.

Baca Lainnya : Melatih Dengan Kekerasan, Pelatih Kuda di Tempat Wisata Cisarua Banjir Kecaman

Tak hanya itu, petugas karantina juga akan melakukan pengamatan dan pemeriksaan klinis secara teratur selama di venue. Khususnya pergerakan atau movement kuda. Apabila akan dibawa ke rumah sakit hewan, harus dengan persetujuan petugas.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Bahkan, penempatan kandang 133 kuda tersebut juga didasarkan pada pengelompokkan zona status kesehatan kuda.

Di tempat terpisah, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Kementan Agus Sunanto berharap, setelah Asian Games nanti, wilayah EDFZ yang telah di raih JEP dapat diperluas hingga pulau Jawa. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: