Dana BNPB Tidak Mencukupi untuk Tutup Kerugian Akibat Gempa Lombok

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Agu 2018   18:15 WIB

Komentar
Dana BNPB Tidak Mencukupi untuk Tutup Kerugian Akibat Gempa Lombok

Kepala Pusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total kerugian yang diakibatkan gempa Lombok, Nusa Tenggara (NTB) sudah mencapai lebih dari Rp7,7 triliun. Jumlah itu didapat dari hasil pendataan yang dilakukan tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB.

"Perhitungan dengan hitung cepat diperkirakan sampai dengan hari ini kerugian dan kerusakan Rp7,7 triliun," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (21/8).

Baca Lainnya : BNPB Catat Total Kerugian Gempa lombok Capai Rp 5,4 T 

Perhitungan jumlah kerugian akibat bencana gempa tersebut meliputi sektor permukiman, infrastrukur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor.

"Paling banyak sektor permukiman hampir 65 persen (rusak). Saat ini, berdasarkan hasil kerugian kita masih melakukan perhitungan berapa yang harus dikeluarkan untuk pemulihan," lanjutnya.

Kerugian mencapai Rp7,7 triliun, sehingga Pemerintah Provinsi NTB tak akan mampu menanggulanginya tanpa ada bantuan pemerintah pusat. Pasalnya, dana milik BNPB tidak mencukupi untuk menutup kerugian itu. 

Baca Lainnya : Dari 8.000, Hanya 3.000 Rumah di Mataram yang Lolos Verifikasi Bantuan Gempa

Menurut Sutopo, perbaikan konstruksi seperti bangunan diperkirakan paling lambat selesai pada dua tahun ke depan.

Kerugian akibat gempa Lombok terus bertambah, karena gempa masih terus mengguncang kawasan tersebut. Pekan lalu, BNPB mempublikasi kerugian gempa dari basis data per 13 Agustus 2018, yakni kerusakan dan kerugian mencapai Rp7,45 triliun. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: