Iduladha Permintaan Kerbau Krayan Meningkat, Sawah di Nunukan Tak Tergarap

TrubusNews
Syahroni
21 Agu 2018   16:45 WIB

Komentar
Iduladha Permintaan Kerbau Krayan Meningkat, Sawah di Nunukan Tak Tergarap

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hari Raya Iduladha dirayakan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Di hari besar itu, prosesi menyembelih hewan kurban juga dilakukan diberbagai negara. Malaysia, sebagai salah satu negara yang warganya mayoritas muslim pun melakukan hal yang sama. Karena itu, menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban di negara ini juga meningkat. 

Uniknya, di Malaysia hewan yang banyak diburu untuk dijadikan hewan kurban adalah kerbau sawah. Untuk memenuhi permintaan kerbau sawah, Malaysia banyak mendatangkan kerbau sawah dari dataran tinggi Kecamatan Krayan, Kabupaten nunukan, Kalimantan Utara.

Sejak sebulan terakhir, permintaan kerbau Krayan meningkat 2 kali lipat dari biasanya. Hal itu diamini Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Krayan, Charles. Ia mengatakan, hingga pertengahan Agustus, tercatat 60 ekor kerbau sawah Krayan telah dijual ke Malaysia dan Brunei Darussalam untuk hewan korban.

Baca Lainnya : Distan Malut: Sapi Produktif Diimbau Tidak Dijadikan Kurban

“Untuk Bulan Agustus ini peningkatannya mau 50-60 ekor, kalau biasanya 20-30 ekor,” ujar Charles belum lama ini. 

Ia menambahkan, seekor kerbau sawah Krayan di Malaysia dijual seharga RM5000 atau setara Rp17,5 juta dengan nilai tukar RM1 senilai Rp3.500. 

Namun demikian, Charles menyebut, tingginya permintaan kerbau Krayan berdampak pada populasi kerbau di Kecamatan Krayan itu sendiri. Yah, keberadaan kerbau ini semakin terancam. Menurut sensus tahun 2018, tercatat hanya ada 2 ribu lebih kerbau sawah di 5 kecamatan di wilayah itu.

“Datanya saat ini sekitar 2.200 untuk lima kecamatan yang ada di sini,” imbuhnya. 

Baca Lainnya : Rumput Susah Dicari, Harga Domba Kurban di Ciamis jadi Semakin Tinggi

Dampak lanjutannya, produktivitas padi dikhawatirkan terganggu. Charles menuturkan, idealnya, untuk 3.500 lahan persawahan organik dibutuhkan lebih dari 9.000 ekor kerbau. 

“Idealnya untuk satu hektar sawah itu ada 3 sampai 4 kerbau untuk mengolah sawah, karena kerbau sawah diKrayan merupakan bagian terpenting dari pertanian organik disini,” ucapnya.

Untuk itu, pemerintah Kabupaten Nunukan, saat ini tengah mengupayakan penambahan jumlah populasi kerbau sawah Krayan dengan beberapa cara. Mulai dari inseminasi buatan, melarang penjualan kerbau betina yag sedang bunting, serta akan memberian insentif bagi petani pemilik kerbau sawah Krayan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: