Riau Dinyatakan Sebagai Pintu Keluar Benih Lobster ke Singapura

TrubusNews
Karmin Winarta
21 Agu 2018   17:00 WIB

Komentar
Riau Dinyatakan Sebagai Pintu Keluar Benih Lobster ke Singapura

Benih lobster (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Tidak menjadi wilayah penghasil lobster di Indonesia justru membuat Riau menjadi kawasan rawan penyelundupan satwa bercapit dengan harga fantastis itu. Letak geografis menjadi faktor utama karena Bumi Lancang Kuning berdekatan dengan Singapura.

Singapura sendiri disebut sebagai negara pengepul dan mematenkan benih lobster hasil selundupan dari Indonesia. Selanjutnya dijual lagi ke Vietnam yang memang dikenal sebagai penghasil lobster terbesar di dunia.

Kerawanan Riau ini disampaikan Kepala Pusat Karantina Ikan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, Riza Priyatna di Pekanbaru, ketika menerima 202.500 benih lobster yang gagal diseberangkan ke Singapura.

"Pesisir timur itu sangat rawan, Riau juga cukup rawan sebagai pintu keluar," kata Riza.

Baca Lainnya: Harganya Menggiurkan, Benih Lobster Indonesia Jadi Incaran

Riza menyebutkan, perairan yang rawan di Riau itu berada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tahun ini sudah ada dua kali penyelundupan bibit lobster digagalkan yang bernilai miliaran rupiah.

Biasanya, benih yang ditangkap di perairan Lampung dan Bengkulu, dibawa melalui Jambi menuju Inhil. Tidak langsung ke laut, biasanya speed boat menunggu di hilir sungai.

"Speed boat ini biasanya berkekuatan hingga 500 PK. Sangat sulit dikejar, sehingga kemungkinan lolos dari kejaran besar sekali," kata Riza.

Baca Lainnya: Gagal ke Vietnam, Benih Lobster Senilai Rp 3,7 Miliar, Diamankan Polisi

Hanya saja dalam kasus yang menjerat empat pelaku, masing-masing Zainal Arifin, Afdilla, Maryanto dan Radhiyatul Hayat ini, Polres Inhil belum sampai ke speed boat yang diduga sudah menunggu.

"Namun kita tetap bersyukur benih ini tidak sampai ke Singapura, terimakasih kepada Polres," ucap Riza.

Riza menyatakan, lobster dilarang dijual ke luar negeri karena keberadaan kian menyusut. Apalagi satwa yang biasa tinggal di terumbu karang ini belum bisa dibudidayakan.

Hal inilah yang membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 56 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.

"Yang boleh ditangkap itu hanya lobster berukuran di atas 200 gram, kurang dari itu tidak boleh," sebut Riza.

Sebagai tindak lanjut, ribuan benih ini akan dilepasliarkan di perairan Sumatera Barat. Perairan di sana punya terumbu karang yang biasanya menjadi habitat lobster.

"Segera dilepaskan untuk kelangsungan hidup benih ini," ucap Riza. (M Syukur)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: