Korban Tewas dan Bangunan Rusak Bertambah Akibat Gempa 6,9 SR Lombok Semalam

TrubusNews
Ihsan Maulana
20 Agu 2018   13:15 WIB

Komentar
Korban Tewas dan Bangunan Rusak Bertambah Akibat Gempa 6,9 SR Lombok Semalam

Bangunan roboh akibat gempa lombok (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Peristiwa gempa yang terjadi secara beruntun mengguncang Lombok menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan makin bertambah.

"Gempa dengan kekuatan 6,9 SR (bukan 7 SR, telah diralat BMKG) yang mengguncang Lombok dan sekitarnya pada 19/8/2018 pukul 19.56 WIB menimbulkan guncangan keras di Lombok Timur dan Lombok Utara dengan intensitas VI-VII MMI (kuat)," Ujar Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya yang diterima Trubus.id, Senin (20/8).

Sutopo menambahkan, dari data sementara Posko BNPB, hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB, tercatat 10 orang meninggal dunia, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak (7 rusak berat, 5 rusak sedang, 139 rusak ringan) dan 6 unit fasilitas ibadah.

Baca Lainnya : Sampai Kapan Gempa Lombok Terus Terjadi, Ini Penjelasan BMKG

"Ini adalah data sementara, karena pendataan masih berlangsung. Kendala listrik padam total menyebabkan komunikasi dan pendataan terhambat," sambungnya.

Sementara, 10 orang meninggal dunia akibat gempa 6,9 SR berasal dari Kabupaten Lombok Timur (4 orang), Lombok Barat (1 orang), Sumbawa Besar (5 orang), dan Sumbawa Barat (1 orang).

"Saat kejadian gempa, masyarakat banyak yang berada di luar rumah dan di pengungsian sehingga tidak menimbulkan banyak korban jiwa Korban meninggal sebagian karena tertimpa bangunan roboh dan sebagian karena serangan jantung kaget menerima guncangan gempa yang keras," paparnya.

Baca Lainnya : Mengharukan, Upacara Kemerdekaan di Tengah Reruntuhan Gempa Lombok

Ia menyebutkan, adanya gempa 6,9 SR juga menyebabkan beberapa jalan mengalami rusak hingga longsor. 

"Gempa susulan dari gempa 6,9 SR masih terus berlangsung. Tercatat 101 kali gempa susulan sudah berlangsung dengan 9 kali gempa dirasakan hingga 20/8/2018 pukul 11.00 WITA. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada. Jangan terpancing pada isu-isu atau berita yang menyesatkan karena saat ini masih marak hoax di Lombok dan Sumbawa," tutupnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: