Distan Malut: Sapi Produktif Diimbau Tidak Dijadikan Kurban

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Agu 2018   14:30 WIB

Komentar
Distan Malut: Sapi Produktif Diimbau Tidak Dijadikan Kurban

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Pertanian Maluku Utara mengimbau para perternak sapi di daerah setempat tidak menjual sapi betina produktif untuk dijadikan hewan kurban, guna menjaga kesinambungan populasi sapi di daerah ini.

"Peternak memang memiliki hak untuk menjual sapi peliharaannya, termasuk sapi betina yang masih produktif. Tetapi kami harapkan agar mereka hanya menjual sapi betina yang tidak produktif lagi atau sapi jantan," kata Kepala Dinas Pertanian Maluku Utara, Idham Umasangadji di Ternate.

Baca Lainnya : Peternak Sapi Perah Resah, di Permentan 30/2018 Tak Ada Kewajiban IPS Serap SSDN

Idham berpendapat bahwa kalau sapi betina produktif itu dijual untuk dijadikan sapi indukkan oleh pembelinya, itu tidak menjadi masalah.

Namun, jika sapi produktif itu untuk dijadikan hewan kurban atau disembelih guna memenuhi kebutuhan daging sapi saat Hari Raya Idul Adha, maka hal tersebut sebaiknya harus dihindari.

Menurut dia, program pengembang ternak sapi potong di Malut yang dilakukan sejak beberapa tahun silam memang cukup berhasil, ditandai dengan semakin meningkatnya populasi sapi potong di daerah ini.

Baca Lainnya : Mau Berkurban? Hindari Membeli Sapi Pemakan Sampah

Kebutuhan sapi potong di Malut, termasuk untuk hewan kurban yang sebelumnya selalu didatangkan dari provinsi lain, sekarang semuanya sudah dipenuhi dari produksi sapi potong lokal, bahkan sudah mampu pula mengirim ke sejumlah provinsi di Sulawesi dan Kalimantan.

Populasi sapi potong di Malut saat ini, ungkap Idham, sudah mencapai 60 ribu ekor lebih dan setiap tahunnya tersedia sedikitnya 10 ribu sapi potong yang bisa diproduksi baik untuk kebutuhan lokal maupun antarpulau. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: