BNPB Akui Kearifan Lokal Rumah Adat Khas Sasak yang Mampu Tahan Gempa

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
18 Agu 2018   07:00

Komentar
BNPB Akui Kearifan Lokal Rumah Adat Khas Sasak yang Mampu Tahan Gempa

Rumah adat khas Sasak tahan gempa (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan yang dialami Indonesia hingga saat ini, tanpa disadari ada beberapa warisan nenek moyang yang sudah mulai ditinggalkan untuk bisa menghadapi berbagai macam bencana. Salah satunya adalah bencana alam gempa yang kerap terjadi di berbagai pelosok nusantara.

Seperti gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi baru-baru ini di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa yang bertitik pusat di Lombok Utara itu meluluh lantakan hampir seluruh bangunan di wilayah tersebut.

Tidak hanya satu kali, gempa yang disebabkan aktifnya patahan lempeng itu mengguncang NTB dan sekitarnya hingga ratusan kali. Tercatat ada dua gempa besar yang membuat bangunan rubuh.

Baca Lainnya : Mengharukan, Upacara Kemerdekaan di Tengah Reruntuhan Gempa Lombok

Gejala alam itu ternyata sudah diprediksi oleh orang-orang terdahulu di Lombok, dan warisan antisipasi bahaya inipun mereka turunkan lewat bangunan rumah-rumah adat mereka. Rumah adat Khas Sasak, misalnya, bisa menahan guncangan gempa.

Peninggalan warisan nenek moyang rumah adat khas Sasak ini juga diakui oleh BNPB melalui cuitannya di akun twitter mereka. Salah satunya adalah rumah warga milik Nina di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. 

@BNPB_Indonesia menjelaskan, rumah tersebut utuh tanpa ada yang rusak sedikitpun saat Lombok Utara diguncang gempa 7 SR. “Rumahnya utuh tanpa ada yg rusak, bahkan perabotan rumah tangganya tidak jatuh,” cuit @BNPB_Indonesia seperti dikutip di akun twitter.

Baca Lainnya : Terdampak Gempa, Petani Keluhkan Harga Kelapa yang Anjlok 

Rumah tersebut tampak berbahan dasar kayu. Atapnya terlihat sangat besar hingga memenuhi bangunan utama. Rumah bangunan dua lantai tersebut tampak tetap kokoh pasca gempa. “Sebuah kearifan lokal yang patut ditiru karena bahan dasarnya kombinasi kayu,” imbuh akun tersebut.

Struktur rumah yang tak lazim untuk standar modern ini, ternyata ampuh menjauhkan penduduk kampung dari potensi bahaya gempa. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: