Udara di Bengkalis Dinyatakan Buruk karena Karhutla

TrubusNews
Thomas Aquinus
16 Agu 2018   16:00 WIB

Komentar
Udara di Bengkalis Dinyatakan Buruk karena Karhutla

Kebakaran lahan hutan (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Kebakaran hebat yang melanda lahan di sejumlah kabupaten serta kota di Riau sepekan belakangan mulai pengaruhi kualitas udara. Misalnya di Kabupaten Bengkalis, di mana alat pengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), menyatakan udara berada pada level merah atau sangat tidak sehat.

Ada dua alat ISPU di Bengkalis yang terletak di Duri Field dan Duri Camp. Lokasi pertama menunjukkan udara berada pada pencemaran dengan kadar 199, sementara lokasi kedua mencapai angka 291.

"Itu terjadi pada sore Rabu, 15 Agustus 2018. Kategorinya dari tidak sehat hingga sangat tidak sehat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menyampaikan laporan Satgas Operasi Karhutla Riau, Kamis (16/8/2018) siang.

Dengan kadar pencemaran ini, manusia yang menghirup udara karena kabut asap dari kebakaran lahan bisa berpengaruh pada kesehatan.

Baca Lainnya : Korban Kebakaran Hutan California Bertambah, Nenek dan 2 Cicitnya jadi Korban

Tak hanya di Bengkalis, ISPU yang ada di wilayah lainnya seperti Kota Pekanbaru, Rokan Hilir, Kampar dan Siak, sudah menunjukkan pergerakan ke kategori sedang. Sebelumnya, ISPU di daerah tersebut masih terpantau baik atau baik untuk kesehatan.

Menurut Edwar, luasan kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir naik drastis. Dari angka 2.600 hektar melonjak pada Kamis ini hingga mencapai 3.716 hektar. 

"Untuk kemarin saja bertambah 438 hektar lahan yang terbakar," sebut Edwar.

Dari data yang disampaikan Edwar, kebakaran paling luas terjadi di Kabupaten Rokan Hilir yaitu 1.093 hektar, lalu di Kepulauan Meranti 938 hektar, Bengkalis 482 hektar, Kota Dumai 450 hektar dan Indragiri Hulu 289 hektar.

Baca Lainnya : Kebakaran Hutan Tewaskan 82 Jiwa di Yunani Diduga Disengaja

"Berikutnya Siak 146 hektar, Kampar 96 hektar, Pelalawan 96 hektar, Rokan Hulu 38 hektar, Rokan Hulu 38 hektar, Kota Pekanbaru 47 hektar dan Indragiri Hilir 38 hektar," sebut Edwar.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun di Pekanbaru menyatakan sebagian besar wilayah Riau berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Hal ini terjadi karena musim kemarau dan minimnya intensitas hujan.

Kondisi cuaca ini membuat titik panas atau hotspot sebagai indikasi kebakaran lahan terus bermunculan di Riau. Pada Kamis pagi, satelit yang digunakan BMKG mendeteksi 121 titik panas.

Baca Lainnya : 74 Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan, Yunani Berkabung Nasional 

"Titik panas ini tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 100 titik, Bengkalis lima, Kota Dumai enam, Pelalawan empat, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing tiga titik," sebut Kepala BMKG Sukisno.

Dari titik panas ini, yang dipercaya sebagai titik api atau telah terjadinya kebakaran sebanyak 86 titik dengan level kepercayaan di atas 70 persen. Kabupaten Rokan Hilir masih terbanyak, yaitu 77 titik api.

"Kemudian di Bengkalis satu titik api, Kota Dumai lima titik api dan Pelalawan tiga titik api," ucap Sukisno. [NN]


 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: